Menulis mengikat pengetahuan, mengabadikan kenangan, membagi kebahagiaan

Monday, September 28, 2020

BELAJAR BERKUALITAS MELALUI KOMUNITAS

Manusia memiliki kebutuhan untuk hidup atau berkumpul bersama dengan manusia lainnya. Menyenangkan sekali jika kita bisa berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengan kita. Kesamaan inilah yang mendasari terbentuknya suatu komunitas dan menarik minat orang lain untuk bergabung ke dalamnya. Ketika saya mengikuti suami yang ditugaskan ke propinsi lain  (Sumatera Selatan) dan tinggal di lingkungan perkebunan dan pabrik gula pada tahun 2008, di sanalah awal saya masuk dalam beberapa komunitas baru yang memberi warna-warni pada hari-hari yang saya jalani.


Saya memilih mengikuti komunitas secara online saja, karena terbatas pada masalah transportasi untuk dapat bertatap muka dengan anggota lain. Komunitas yang pertama saya ikuti saat itu adalah sebuah grup crafter di Facebook yang dimotori oleh Nurul Septiani Tareem, namanya Ibu-Ibu Hobi Craft. Saat itu saya tertarik dengan aneka tutorial craft yang ada, terutama yang berupa jahitan (Sewing Craft). Ketika diadakan event Craft Swab atau pertukaran hasil karya, saya mendapat sebuah dompet rajut berbentuk kepik, dan mengirimkan sebuah dompet kain yang dijahit tangan, karena belum bisa menjahit dengan mesin. Inilah awal munculnya keinginan saya untuk memiliki dan bisa menggunakan mesin jahit.

Beberapa waktu kemudian saya juga bergabung dengan Grup Craftalova Fabric Club yang dibuat oleh mbak Ayu Ovira. Di grup ini saya mendapat banyak ilmu melalui berbagai tutorial yang dibagikan oleh sesama member. Saya juga menjadi percaya bahwa siapa pun bisa belajar menjahit, asalkan mau dan bersungguh-sungguh. Grup ini juga memiliki semacam sub grup yang dikhususkan untuk jual beli bahan Craft sehingga memudahkan member untuk mendapatkan alat dan bahan craft yang dibutuhkan. Sampai sekarang sebagian besar bahan tas dan kerajinan lain yang saya gunakan, diperoleh dari anggota grup ini.

Selain dunia craft, saya juga tertarik dengan kegiatan menulis. Lagi-lagi saya bergabung dengan sebuah grup Facebook bernama Komunitas Bisa Menulis, yang dibuat oleh sepasang suami istri penulis, Isa Alamsyah dan Asma Nadia. Setiap hari ada ratusan tulisan yang masuk, baik yang ditulis oleh para "penulis" maupun oleh member yang baru belajar menulis. Melalui komunitas ini saya juga melihat bahwa siapapun bisa menulis, dan siapapun yang tidak bisa, ia bisa belajar asalkan mau dan bersungguh-sungguh, termasuk belajar menulis yang baik dan benar sesuai kaidah penulisan dalam bahasa Indonesia.

Meskipun hanya menjadi anggota biasa pada komunitas-komunitas yang saya ikuti di atas, pada akhirnya saya menyadari bahwa dengan bergabung bersama sebuah komunitas, selain menambah jumlah teman, kita juga bisa lebih mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Dukungan teman-teman dengan minat yang sama, menjadi semacam penyemangat untuk bisa berkarya dan meningkatkan kualitas karya berikutnya.  Di kampung halaman saya, di Lampung Utara,  saya mencoba membangun komunitas membaca, yang diawali dengan membuat sebuah taman baca dengan target anak usia sekolah SD-SMP.  Tujuan kami sederhana saja, meningkatkan minat baca dan menyediakan fasilitas bacaan anak yang berkualitas.  Kami berharap dengan membaca itu lah jendela-jendela pengetahuan terbuka dan anak-anak bergerak, bersemangat untuk meraih cita-cita mereka.

1 comment:

Catatan Delia

PERANGKAP HEBAT SOMA

Saya sedang berusaha merapikan koleksi buku bacaan anak yang saya bawa dari rumah Bandar Lampung ke rumah Cinta Manis. Tadinya buku-buku i...