Menulis mengikat pengetahuan, mengabadikan kenangan, membagi kebahagiaan

Sunday, September 27, 2020

 MELATI

Dulu, waktu saya masih SD, ada buku bacaan pelajaran Bahasa Indonesia yang salah satu halamannya bercerita tentang bunga melati. Gambar pada buku terbitan Balai Pustaka itu tidak berwarna, tepatnya hanya berwarna hitam putih, tanaman melatinya digambarkan rimbun dan berbunga lebat. Saya suka sekali dengan gambar dan narasi tentang melati pada halaman itu. Saya suka dengan penampakan dan aroma bunga melati, harumnya lembut dan awet. 

Saya ingat dulu neneknya sepupu saya sering memetik bunga melati untuk dijadikan campuran teh tubruk buatannya. Sampai sekarang saya masih suka melati, Alhamdulillah di halaman rumah ada perdu melati yang rimbun dan rajin berbunga. Aroma bunga melati tercium lebih harum semerbak pada sore dan pagi hari, ketika udara dingin dan agak basah.



Melati atau nama ilmiahnya Jasminum sambac adalah perdu yang tumbuh merambat dan dapat hidup bertahun-bertahun, daun melati berwarna hijau tua dan duduk berhadapan, bunganya putih kecil dengan aroma wangi yang kuat. Bunga melati terpilih menjadi salah satu puspa bangsa. Gambar bunga melati tertera pada pecahan uang logam 500 rupiah keluaran tahun 1990-an dan tahun 2000-an. Melati juga banyak disebut dalam syair lagu, misalnya; Lihat Kebunku, Melati dari Jayagiri, Rangkaian Melati, Melati Suci dan lain-lain.


Bunga melati banyak dimanfaatkan untuk alasan kecantikan dan kesehatan. Dalam tradisi jawa dan sunda pengantin wanita biasanya memakai hiasan kepala yang terbuat dari rangkaian bunga melati. Minyak yang disuling dari bunga melati dijadikan bahan parfum, kosmetik dan juga aroma terapi. Penggemar minuman teh, pasti tahu nikmatnya menyesap teh aroma melati baik panas maupun dingin. Secara tradisional air rendaman bunga melati dapat digunakan sebagai penyegar wajah.

Tanaman asli daerah tropis ini cocok untuk dibudidayakan di Indonesia. Cara menanamnya pun sangat mudah, batang melati yang sudah berkayu tapi belum terlalu tua, dipangkas, lalu dipotong menjadi beberapa bagian. Potongan batang ini kemudian dapat langsung ditanam di tanah atau media tanam dalam pot dan disiram secara teratur, dalam waktu kurang lebih satu minggu, akan mulai muncul tunas baru. 


Meskipun tanaman hias dan bunga populer selalu muncul silih berganti, kepopuleran melati tetap bersemi. Keindahan dan wangi bunga melati memberikan efek menenangkan. Mungkin karena terkenal sebagai bunga biasa itu lah, tanaman melati jarang ditemui dijual di lapak-lapak bunga. Umumnya kita justru menemukan melati pada penjual bunga tabur. Padahal, menghirup udara pagi yang segar dengan aroma wangi melati yang menguar adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Tanaman melati juga tergolong bunga yang aman untuk ditanam, setidaknya kita tidak perlu repot-repot mengeluarkan tanaman ini di pagi hari lalu memasukkannya ke rumah di malam hari, agar tidak diambil pencuri.

No comments:

Post a Comment

Catatan Delia

PERANGKAP HEBAT SOMA

Saya sedang berusaha merapikan koleksi buku bacaan anak yang saya bawa dari rumah Bandar Lampung ke rumah Cinta Manis. Tadinya buku-buku i...