Menulis mengikat pengetahuan, mengabadikan kenangan, membagi kebahagiaan

Tuesday, September 8, 2020

ANTARA AKU, SI NONI DAN PANGERAN DARI PERSIA (Bagian 1)

 


Akhir tahun 2014 yang lalu, saya memutuskan membeli sebuah mesin jahit. Pada penjualnya, saya minta mesin dengan spek* paling sederhana, paling mudah dioperasikan, tapi kuat dan bisa diandalkan, karena saya tidak pernah belajar menjahit sebelumnya. 

Seharian saya duduk di toko itu, belajar mengoperasikan mesin, membongkar-pasang sekoci, mengisi spul, dan menggunakan seperangkat sepatu jahit bawaan sesuai fungsinya.  Bila waktu sholat tiba, menyebranglah saya ke masjid Agung Palembang, sholat lalu makan pempek dan minum teh botol dingin.  Saat itu saya sedang hamil anak ke Empat, kandungan usia 5 bulan. Sore hari, mesin jahit itu saya bawa pulang ke Cinta Manis, sejak saat itu dia menjadi anggota keluarga dan diberi nama "Noni".


Noni membuat saya rajin online, nonton youtube, download tutorial, belanja kain dan pernak-pernik jahit di olshop, membuat Pak Pos dan kurir ekspedisi sering mampir. Noni menemani saya, saat insomnia karena ditinggal shif malam, membuat saya merasa "keren" ketika berhasil mempraktekkan sebuah tutorial, tapi dia juga membuat saya manyun ketika menyadari resleting yang sudah dijahit ternyata belum berkepala, kantong dijahit terbalik, jahitan semrawut macam rambut gimbal, dan sebagainya. 

Noni adalah teman yang baik. Memang harus diakui dia agak berisik, tapi kabar baiknya dia berisik karena dia bekerja, bukan cuma komentar dari pinggir lapangan. 


Keberadaan Noni juga memancing komentar dari beberapa teman bahwa saya kurang kerjaan.  Sudahlah sedang hamil, anak masih kecil-kecil, ngurusi PAUD (yang kemudian saya tinggalkan), masih juga ecek-ecek beli mesin jahit, mending kalau sudah pintar menjahit, belajar aja belum pernah, dan lain-lain.  Tersinggung? kadang iya, kadang tidak, tergantung apakah saya sudah ngopi atau belum.  Satu yang pasti, yang semula tidak saya sadari, diam-diam Noni mulai menebarkan racun. 


(Bersambung)

No comments:

Post a Comment

Catatan Delia

PERANGKAP HEBAT SOMA

Saya sedang berusaha merapikan koleksi buku bacaan anak yang saya bawa dari rumah Bandar Lampung ke rumah Cinta Manis. Tadinya buku-buku i...