Menulis mengikat pengetahuan, mengabadikan kenangan, membagi kebahagiaan
Showing posts with label Flora Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Flora Indonesia. Show all posts

Sunday, January 17, 2021

KAYU AFRIKA


Lelaki tua itu duduk di bangku di sebelah saya, sambil menunggu bus yang akan membawa saya ke Kotabumi saya menyimak ceritanya. Ia berkata bahwa meskipun tinggal di desa tapi dirinya tidak pandai bertani, sehingga ia tidak menanam kopi atau lada seperti para pemilik kebun lainnya. Ketika saya tanyakan apakah kebunnya ditelantarkan begitu saja, ia menjawab tidak. Menurutnya, kebun-kebun itu ia tanami kayu afrika dan sengon karena tidak membutuhkan banyak perawatan seperti tanaman kopi atau lada. Ia menganggap tanaman kayu itu adalah tabungannya, yang akan dipanen ketika kebutuhan pengeluaran besar telah tiba masanya, misalnya menyekolahkan atau menikahkan anak hingga membuat rumah. 


Afrika adalah nama  pohon yang memiliki nama ilmiah Maesopsis Eminii, sesuai dengan namanya pohon ini berasal dari benua Afrika.

Para petani biasanya menanam pohon afrika sebagai tanaman peneduh untuk tanaman perkebunan seperti kopi dan lada. Pohon afrika memiliki laju pertumbuhan yang relatif cepat sehingga cocok untuk digunakan sebagai tanaman penghijauan (reboisasi). Daun tanaman afrika kecil-kecil dan berkilat, permukaannya licin dan sedikit kaku dengan alur tulang daun menyirip. Di pedesaan daun pohon afrika juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak terutama kambing. 


Buah dari pohon Afrika sepintas lalu mirip dengan buah melinjo, berwarna hijau ketika masih muda lalu perlahan-lahan berubah menjadi kuning, merah hingga menjadi ungu gelap. Buah-buah pohon afrika menjadi makanan bagi burung dan monyet, hewan-hewan tersebut hanya makan "daging" buahnya saja dan tidak dapat mencerna biji buah yang keras sehingga biji yang tertelan dan keluar bersama feses mereka menjadi tersebar dan tumbuh di area yang menjadi lokasi tinggal atau lokasi jelajah hewan tersebut.


Untuk pembibitan tanaman digunakan biji pohon afrika yang sudah tua dan masak, karena pohonnya tinggi, buah yang sudah masak itu cukup dipanen dengan cara memungut buah yang sudah jatuh saja kemudian diproses melalui beberapa tahap untuk proses pembibitan. Cara yang lebih mudah yang banyak digunakan petani adalah dengan mencabut anakan pohon yang tumbuh di sekitar lokasi pohon yang berasal dari buah-buah yang jatuh sendiri maupun sisa makanan hewan. Para petani akan memilih tanaman yang terlihat bagus dan cukup kuat untuk dijadikan bibit lalu memindahkan dan menanamnya langsung di tempat yang diinginkan di kebun. Jika akan ditanam di lokasi lain, bibit-bibit afrika itu dipindahkan terlebih dulu ke dalam polibag.


Harga jual kayu afrika bervariasi menurut kualitas yang utamanya ditentukan oleh usianya. Kayu-kayu afrika muda biasanya dianggap kayu ringan dan banyak digunakan untuk pembuatan kotak-kotak kayu (palet). Adapun kayu afrika yang sudah tua yang mencapai usia dua puluh sampai tiga puluh tahun dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan furnitur. Kayu Afrika termasuk jenis yang disukai rayap sehingga untuk penggunaan sebagai bahan bangunan kayu-kayu tersebut harus diberi perlakuan khusus terlebih dahulu agar awet dan terhindar dari serbuan rayap.


Di kalangan konsumen obat herbal ada tanaman lain yang disebut daun afrika (Vernonia amygdalina) yang bentuknya tidak berupa pohon melainkan semak. Tanaman daun afrika tersebut banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit, demam, diabetes hingga penyakit kanker. Sama-sama menyematkan nama afrika, tanaman daun afrika juga berasal dari benua Afrika. Bagi anda yang ingin membeli bibit tanaman afrika di market place atau tempat lain pastikan terlebih dahulu apakah anda bermaksud membeli tanaman kayu afrika atau daun afrika, sehingga nanti tidak menyalahkan penjualnya ketika barang yang datang ternyata tidak sesuai dengan keinginan.

Thursday, October 1, 2020

MAWAR, PESONA SI CANTIK BERDURI


Lihat kebunku penuh dengan bunga

Ada yang putih dan ada yang merah

Setiap hari kusiram semua

Mawar melati semuanya indah


Lagu di atas pasti sangat akrab di telinga orang Indonesia. Lagu anak-anak yang diciptakan oleh Ibu Saridjah Niung atau yang lebih dikenal dengan nama Ibu Soed, biasanya menjadi salah satu lagu yang diajarkan di Taman Kanak-Kanak pada tema tanaman. Bunga mawar dan bunga melati adalah bunga yang umum terdapat di halaman rumah pada masa lalu, adapun sekarang tanaman hias di pekarangan sangat bervariasi baik berupa aneka bunga maupun tanaman-tanaman eksotis. Jika bunga melati dikenal dengan warna putihnya yang indah namun bersahaja, bunga mawar justru dikenal keindahannya dengan warna merah merona. 


Sunday, September 27, 2020

 MELATI

Dulu, waktu saya masih SD, ada buku bacaan pelajaran Bahasa Indonesia yang salah satu halamannya bercerita tentang bunga melati. Gambar pada buku terbitan Balai Pustaka itu tidak berwarna, tepatnya hanya berwarna hitam putih, tanaman melatinya digambarkan rimbun dan berbunga lebat. Saya suka sekali dengan gambar dan narasi tentang melati pada halaman itu. Saya suka dengan penampakan dan aroma bunga melati, harumnya lembut dan awet. 

Saya ingat dulu neneknya sepupu saya sering memetik bunga melati untuk dijadikan campuran teh tubruk buatannya. Sampai sekarang saya masih suka melati, Alhamdulillah di halaman rumah ada perdu melati yang rimbun dan rajin berbunga. Aroma bunga melati tercium lebih harum semerbak pada sore dan pagi hari, ketika udara dingin dan agak basah.



Melati atau nama ilmiahnya Jasminum sambac adalah perdu yang tumbuh merambat dan dapat hidup bertahun-bertahun, daun melati berwarna hijau tua dan duduk berhadapan, bunganya putih kecil dengan aroma wangi yang kuat. Bunga melati terpilih menjadi salah satu puspa bangsa. Gambar bunga melati tertera pada pecahan uang logam 500 rupiah keluaran tahun 1990-an dan tahun 2000-an. Melati juga banyak disebut dalam syair lagu, misalnya; Lihat Kebunku, Melati dari Jayagiri, Rangkaian Melati, Melati Suci dan lain-lain.


Bunga melati banyak dimanfaatkan untuk alasan kecantikan dan kesehatan. Dalam tradisi jawa dan sunda pengantin wanita biasanya memakai hiasan kepala yang terbuat dari rangkaian bunga melati. Minyak yang disuling dari bunga melati dijadikan bahan parfum, kosmetik dan juga aroma terapi. Penggemar minuman teh, pasti tahu nikmatnya menyesap teh aroma melati baik panas maupun dingin. Secara tradisional air rendaman bunga melati dapat digunakan sebagai penyegar wajah.

Tanaman asli daerah tropis ini cocok untuk dibudidayakan di Indonesia. Cara menanamnya pun sangat mudah, batang melati yang sudah berkayu tapi belum terlalu tua, dipangkas, lalu dipotong menjadi beberapa bagian. Potongan batang ini kemudian dapat langsung ditanam di tanah atau media tanam dalam pot dan disiram secara teratur, dalam waktu kurang lebih satu minggu, akan mulai muncul tunas baru. 


Meskipun tanaman hias dan bunga populer selalu muncul silih berganti, kepopuleran melati tetap bersemi. Keindahan dan wangi bunga melati memberikan efek menenangkan. Mungkin karena terkenal sebagai bunga biasa itu lah, tanaman melati jarang ditemui dijual di lapak-lapak bunga. Umumnya kita justru menemukan melati pada penjual bunga tabur. Padahal, menghirup udara pagi yang segar dengan aroma wangi melati yang menguar adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Tanaman melati juga tergolong bunga yang aman untuk ditanam, setidaknya kita tidak perlu repot-repot mengeluarkan tanaman ini di pagi hari lalu memasukkannya ke rumah di malam hari, agar tidak diambil pencuri.

Wednesday, September 9, 2020

POHON DEWANDARU


Ceremai Jepang, begitu buah ini biasa disebut, ada juga yang menyebutnya ceremai belanda, padahal aslinya buah ini berasal dari Amerika Selatan.  Penampakan pohon dan daunnya mirip pacar kayu, perdu dengan daun-daun kecil berwarna tembaga saat masih muda dan perlahan-lahan menjadi hijau tua. Bentuk buahnya unik, bulat berusuk delapan mirip lampion kecil, kalau sudah merah pertanda buah sudah masak, kelihatan indah sekali bergelayut di ranting-rantingnya.  Rasa buah ini asam manis dengan sedikit rasa kelat dan sengir yang khas.


Konon,dalam bahasa Jawa, Dewandaru berarti pesan dari para dewa. Nama pohon ini muncul dalam  kisah pewayangan Mahabarata pada lakon "Wahyu Dewandaru", di mana Duryudana dan Arjuna bersaing untuk mendapatkan Dewandaru. Dalam kisah itu, ada juga sosok perempuan cantik yang berperan sebagai penggoda iman bernama Sri Sumilih.  Selain itu, beredar pula mitos tentang kesaktian si pohon Dewandaru ini terutama di kalangan penggemar klenik.


Pohon yang bernama ilmiah Eugenia uniflora ini dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, terutama bagian daunnya karena mengandung senyawa flavonoid dan fenolik. Rebusan daun dapat dimanfaatkan untuk obat penurun panas dan pereda diare.


Terlepas dari mitos dan kisah di balik pohon Dewandaru, saran saya selama bulan ramadan ini terutama saat siang hari, jangan sering-sering memandang buahnya yang sudah masak. Warnanya yang merah menggoda bisa mengingatkan pada lembutnya buah ini ketika digigit, disusul rasa asam-manis yang langsung menyerbu, dan diakhiri dengan aftertaste kelat yang menempel di lidah.  Sebagai gantinya mari kita tilawah, memasak, menjahit, membaca atau tidur siang saja.  Selamat berpuasa, insyaAllah Ramadan ini penuh berkah.


#KLIPAPRIL2020

#26_04_2020_06

ANDONG LAUT

 


Sebagian dari kita mungkin mengenal andong sebagai moda transportasi berupa kereta tradisional yang ditarik kuda. Lalu, apakah andong laut berarti kereta kuda yang berjalan di laut?. Ternyata andong laut justru tidak ada hubungannya dengan kereta, kuda, bahkan laut itu sendiri. Ia adalah salah satu spesies tanaman berupa perdu dengan penampakan daun yang indah, kecil bergerigi dan mengkilap. Beberapa varietas andong laut dimanfaatkan sebagai tanaman hias.


Andong laut yang nampak dalam foto tulisan ini, adalah jenis yang umum (bukan variegata). Jenis ini sering digunakan sebagai tanaman pagar atau pembatas pekarangan di kampung-kampung. Tanaman ini ternyata dapat juga dimakan (edible) yaitu bagian daun atau pucuknya yang muda. Dikonsumsi dalam bentuk lalapan mentah, rebusan, bisa juga dimasak tumis atau gulai. 

Pemanfaatan andong laut juga digunakan sebagai obat tradisional, meliputi penurun panas, peluruh kencing, juga menghentikan pendarahan. 


Jadi, kalau kebetulan di halaman rumahmu ada tanaman ini, jangan disia-siakan ya. Manfaatkan sebaik-baiknya, paling tidak sebagai sumber serat (sayuran) gratis. Apalagi di saat-saat kita semua harus hemat begini. Rasa daunnya mirip-mirip kenikir tapi lebih renyah. Saya pribadi lebih suka mengonsumsi daun andong laut yang diblansir terlebih dulu, dengan pelengkap sambal terasi, terasa lezat dan segar di mulut. Selamat mencoba. 


#KLIPAPRIL2020

#28_04_2020_08

Catatan Delia

CABE JAWA

Pagi itu adalah hari kedua kami liburan ke rumah Eyang. Saya bermaksud membuat sarapan namun beberapa bahan dapur sudah habis. Masih pukul...