Sunday, January 5, 2025
CABE JAWA
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Monday, January 22, 2024
PERANGKAP HEBAT SOMA
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Thursday, January 4, 2024
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Friday, March 24, 2023
Sinopsis Film Farha
Sinopsis Film "Farha"
Gadis remaja itu bernama Farha, Ia seorang remaja yang cerdas, tinggal di sebuah desa di Palestina. Cerita dalam Film ini berlatar tahun 1948 tentang peristiwa Nakba. Ibu Farha telah tiada, ia tinggal bersama ayahnya yang dipanggil Abu Farha dan ibu tirinya. Abu Farha sangat menyayangi putri cantiknya itu. Seperti anak-anak perempuan lain di desanya pada waktu itu, Farha ikut pelajaran kitab suci Al Qur'an pada seorang guru, namun Farha punya keinginan lain, yang tidak umum untuk seorang anak perempuan dari desa, Ia ingin sekolah di kota. Ia ingin belajar tentang geografi, matematika, bahasa Inggris dan lain-lain. Padahal, umumnya di desanya saat itu anak perempuan yang sudah beranjak remaja segera dicarikan pasangan lalu dinikahkan, tapi Farha memang lain.
Suatu hari Farha melihat ayahnya berbicara dengan salah satu pamannya, gadis itu langsung curiga jangan-jangan ayahnya sudah menjodohkan dan akan segera menikahkannya. Tapi sang ayah justru mengatakan bahwa Ia baru saja mendaftarkan Farha sekolah di kota, seperti yang dimintanya selama ini. Farha segera berbagi kabar gembira ini dengan Fareeda sepupunya dari kota yang sedang pulang kampung bersama keluarganya, saat itulah suara ledakan dan tembakan menggelegar. Desa mereka diserang tentara Israel, warga desa panik, melalui pengeras suara militer Israel menyuruh warga pergi dari rumah mereka selagi masih ada kesempatan, milisi Palestina yang juga ada di desa itu berusaha melakukan perlawanan sementara warga desa mengungsi dan menyelamatkan keluarga mereka terutama wanita dan anak-anak. Abu Farha menitipkan Farha pada ayah Fareeda agar membawanya ke kota namun baru beberapa meter mobil sang paman berjalan, Farha memaksa berhenti, Ia tidak mampu berpisah dengan ayahnya.
Abu Farha menyesalkan kenapa Farha bandel (tidak mau mengungsi). Mereka berdua kembali ke rumah, Farha bergegas ke kamar dan mengambil surat pendaftaran sekolahnya. Abu Farha menemui anak gadisnya memberitahu bahwa desa mereka telah jatuh, Ia akan bergabung dengan para pejuang dan nanti akan kembali lagi menjemput Farha. Sang ayah berpesan agar Farha tetap di dalam ruangan penyimpanan bahan makanan (ruangannya seperti dapur) memberinya sebuah belati dan berjanji akan kembali, lalu sang ayah pergi dan mengunci Farha dari luar.
Siang berganti malam, entah berapa hari Farha berada di dalam ruangan itu, Ia makan apa yang ada, bahkan juga buang air di ruangan itu. Suatu hari terdengar suara tembakan, lalu jeritan, teriakan, terdengar seperti orang-orang yang ditangkap. Farha melihat peristiwa itu melalui lubang di dinding yang menghadap ke luar (depan rumah). Hari terus berganti makanan makin sedikit, lampu minyak sudah kehabisan minyaknya. Suatu hari sebuah keluarga sampai di halaman rumah, sang istri melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Mohammed. Farha memanggil Abu Mohammed (ayah sang bayi), menjelaskan bahwa Ia dikurung ayahnya yang tak kunjung kembali dan meminta tolong agar dikeluarkan. Sebelumnya Farha sudah pernah beberapa kali berusaha membuka pintu tapi tidak berhasil.
Ketika Abu Mohammed hampir berhasil mendobrak pintu, terdengar suara pasukan Israel menuju ke rumah sambil mengumumkan agar semua warga keluar dari rumah mereka, jika tidak keluar maka mereka akan dibunuh di rumah. Abu Mohammed segera menyuruh kedua anak perempuannya membawa adik bayi mereka sembunyi ke atap, lalu Ia menyembunyikan istrinya yang baru melahirkan itu, selanjutnya Ia berpura-pura seakan-akan hanya lewat di depan rumah. Rombongan tentara Israel itu menghentikannya, di antara mereka ada warga Palestina yang ditutup mukanya dengan topeng karung bertindak sebagai informan. Abu Mohammed berkata bahwa Ia hanya lewat dan hendak mengambil air untuk minum. Pimpinan tentara Israel itu curiga bahwa Abu Mohammed adalah pejuang dan kembali untuk ke rumah untuk mengambil senjata. Informan itu bicara dalam bahasa inggris kepada pemimpin pasukan bahwa lelaki itu bukan warga desa ini, tapi tentara Israel itu tidak percaya, Naas, istri Abu Mohammed tertangkap juga. Ketika digeledah oleh tentara wanita hanya ditemukan kunci, namun tentara itu bertanya apakah dia sedang hamil, karena perutnya masih tampak besar (setelah melahirkan perut perempuan biasanya memang masih lebih besar dari ukuran normal). Para tentara itu justru bermain tebak-tebakan apakah bayinya lelaki atau perempuan ketika Abu Mohammed memohon agar mereka dilepaskan. Sayangnya, pada saat itu terdengar suara tangis bayi, ketiga anak itu ikut ditangkap lalu Abu Mohammed, istrinya dan kedua anaknya dibunuh dengan berondongan tembakan. Farha menyaksikan semuanya dari celah pintu.
Informan itu menangis sampai muntah-muntah, Ia protes kenapa mereka juga membunuh wanita dan anak-anak, sedangkan yang mereka cari adalah para pejuang. Secara tidak sengaja si informan melihat farha melalui celah pintu, Ia mendekat dan menyebut nama "Farha" namun tidak memberitahu pasukan Israel.
Rupanya si bayi masih hidup, pemimpin pasukan Israel itu menyuruh tentara yang paling muda untuk membunuhnya dan tidak boleh menggunakan senjata untuk menghemat peluru. Tadinya si tentara muda itu hendak menginjak si bayi namun karena tidak tega akhirnya Ia hanya menutupi muka si bayi dengan sapu tangan dan pergi.
Farha masih sembunyi, suara tangis bayi terdengar, juga suara tembakan. Setelah suara tembakan hilang Farha berusaha mendobrak pintu tapi lagi-lagi gagal. Frustasi, Farha mengobrak-abrik karung-karung bahan makanan, dan menemukan sebuah pistol beserta pelurunya. Setelah beberapa kali menembakkan pistol itu, pintu akhirnya terbuka, namun si bayi telah mati. Farha berjalan dan terus berjalan meninggalkan desanya.
Di epilog tertera narasi bahwa ayah Farha tidak diketahui lagi kabarnya dan bagaimana nasibnya. Farha sendiri akhirnya sampai ke Syiria dan bisa menceritakan kisah hidupnya.
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Sunday, January 29, 2023
Rise of Empire : Ottoman, season 1 Ep 6 Bagian 2
Season 1 : Conquest of Constantinople
Episode 6/Finale : (Ashes to Ashes)Bagian 2
Mehmed terjatuh dari punggung kudanya, Giustiniani segera memerintahkan untuk membunuhnya. Komandan tentara bayaran dari Genova itu tahu betul bahwa mental pasukan akan melemah jika pemimpinnya terbunuh. Mehmed bangkit menangkis setiap serangan yang ditujukan padanya, pasukannya segera membantu dan menyerang balik, di antara mereka terdapat Zaganos Pasha dan BartaoÄŸlu yang masih setia. Pasukan Giustiniani keluar gerbang St. Romanus menyambut serbuan pasukan Turki.
Pasukan elite Janissary terus menyerbu, mereka adalah pasukan yang paling terlatih, fanatik, setia dan paling ditakuti. Kekuatan pasukan Janissari mulai menyudutkan pasukan Konstantinopel hingga mereka terdesak, tidak ingin pasukannya mati sia-sia, Giustiniani memerintahkan mundur masuk kembali ke dalam benteng, pasukan konstantinopel kocar-kacir. Ketika gerbang St. Romanus ditutup sebagian pasukan Konstantinopel masih berada di luar benteng dan menjadi sasaran empuk pasukan Turki lalu mereka masuk benteng lewat celah-celah benteng yang rusak. Dalam suatu kesempatan sebuah tembakan melukai Giustiniani, Ia terjatuh, pedangnya terlepas, saat hendak bangkit sebuah panah berhasil bersarang di pundaknya. Anak buah Giustiniani menolongnya, membawanya mundur dari medan tempur. Sementara itu warga Konstantinopel semakin panik dan berusaha melarikan diri dari peperangan itu.
Selama pengepungan kekuatan pasukan Giustiniani menjadi andalan Konstantinopel, sehingga kaisar Constantine menghalangi mundurnya sang komandan dari medan tempur karena hal itu pasti akan meruntuhkan mental seluruh pasukan. Namun, Giustiniani tetap mundur dan menyarankan hal yang sama pada kaisar karena semuanya sudah tidak ada gunanya, kota itu pasti akan hancur. Melihat kekalahan di depan mata, Sphrantzes menyarankan agar kaisar melarikan diri tapi kaisar menolak dan mempersilakan jika Sphrantzes ingin pergi. Kaisar Constantine terlihat terjun ke medan pertempuran dan tak pernah terlihat lagi.
Gelombang pengungsi warga Konstantinopel telah menaiki kapal, termasuk Therma yang mencemaskan keberadaan ayah dan kekasihnya. Di antara para pengungsi itu ada Giustiniani, Ia meninggalkan medan perang dalam keadaan terluka dan akhirnya mati. Sebagai tentara bayaran sebenarnya Giustiniani sudah melakukan tugasnya sampai maksimal, sayangnya Ia mundur di saat paling genting ketika pasukan justru sangat membutuhkan keberadaannya sehingga mental pasukan benar-benar runtuh. Adapun armada pasukan dari Venesia yang digadang-gadang sebagai bala bantuan dari Eropa tidak pernah tiba.
Pada tanggal 29 Mei 1453 Mehmed memasuki kota Konstantinopel, saat itu umurnya 21 tahun, Ia menamai dirinya kayser-i Rum (kaisar roma yang baru) namun para pengikutnya bangsa Ottoman (Turki) akan selamanya mengenalnya sebagai "Fatih" yang artinya "sang penakluk". Mehmed atau Muhammad Al Fatih telah berhasil melakukan apa yang telah dilakukan orang lain selama 1700 tahun dan gagal yaitu menaklukkan Konstantinopel. Dengan kekalahan kaisar Constantine maka nama Konstantinopel berubah menjadi Istanbul ibu kota kekaisaran Ottoman (Turki Usmani).
Setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel Mehme langsung memasuki Hagia Sophia, di sana Ia terkagum-kagum dan benar-benar merasa diberkati dengan kemenangan ini. Setelah itu barulah Mehmed duduk di singgasana tahtanya di istana Konstantinopel. Orang pertama yang menghadap Mehmed adalah Loukas Notaras yang mengakui dirinya sebagai Grand Duke dan panglima tertinggi angkatan bersenjata, Ia datang membawa sekotak koin emas sebagai hadiah untuk Mehmed dan menawarkan jasanya. Sambil tersenyum Mehmed menghampiri Notaras sambil bertanya mengapa harta itu tidak diberikan kepada kaisar Constantine ketika sangat dibutuhkan, kenapa Ia justru menimbun harta saat anak-anak dan wanita kelaparan. Notaras berusaha membela dirinya dengan mengatakan bahwa selama ini Ia dan Halil Pasha berusaha menghentikan pengepungan agar pertumpahan darah cepat dihentikan. Mehmed justru semakin marah, Ia menyuruh anak buahnya membawa pergi Notaras dan berkata bahwa Loukas Notaras terlihat lebih baik tanpa kepalanya.
Orang berikutnya yang menghadap Mehmed adalah Halil Pasha yang datang untuk memberinya selamat atas kemenangan besarnya. Ketika Halil Pasha menanyakan apa yang akan dilakukan Mehmed dengan Konstantinopel, dengan tegas Mehmed menjawab Ia akan menjadikan kota ini ibu kota kekaisarannya yang baru.
Mehmed mengingatkan Halil Pasha tentang kejadian di masa lalu ketika sultan Murad II mengambil kembali tahtanya. Saat itu sebagai gurunya, Halil Pasha berkata bahwa kelak kekuasaan akan kembali pada Mehmed dan Ia akan menyingkirkan apa yang menjadi perangkapnya. Mendengar itu Halil Pasha menyadari bahwa Mehmed akan menghukum dirinya, Ia berkata akan pergi ke pengasingan dengan sukarela. Alih-alih mengasingkan, Mehmed justru memerintahkan agar Halil Pasha dipertemukan dengan sahabatnya yaitu Loukas Notaras.
Ibu Mara menepati janjinya untuk menemui Mehmed di singgana Konstantinopel, dan sang kaisar baru menyambut ibunya dengan bahagia. Mehmed memang layak mendapat gelar Al Fatih karena keberhasilannya menaklukkan konstantinopel. Kelak selama 300 tahun kekuasaan dinasti Ottoman bertahan dan menyebar, menguasai dan mendominasi sepertiga wilayah eropa, sebagian Afrika Utara, seluruh Timur Tengah, menuju Teluk Persia, bahkan mencapai Asia Tenggara.
Dari episode 1 sampai episode 6 drama ini isinya perang terus, serbu-kalah-serbu lagi, serbu-menang-serbu lagi, wajar saja ya namanya juga drama tentang perang. Menariknya, drama ini meskipun tema utamanya adalah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih (Mehmed) tapi penggambaran karakternya mendapatkan porsi yang seimbang antara pihak Ottoman maupun Konstantinopel, jadi adegan-adegannya tidak melulu fokus pada pihak Mehmed. Di sisi lain bagi mereka yang sudah membaca kisah kepahlawanan Muhammad Al Fatih mungkin akan merasa bahwa penggambaran karakter Mehmed di drama ini masih kurang heroik dan kurang religius, fokus drama ini memang sepertinya hanya pada strategi perang dengan tambahan sedikit sekali bumbu kisah-kisah lain. Untuk mereka yang kurang suka membaca, menonton drama ini bisa menambah pengetahuan tentang perlistiwa penaklukan terbesar yang pernah terjadi di dunia.
(Tamat)
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Saturday, January 28, 2023
Rise of Empire : Ottoman, Season 1 Ep 6 (Finale) Part 1
Season 1 : Conquest of Constantinople
Episode 6/Finale : (Ashes to Ashes)
Part 1
Kepanikan melanda seisi benteng Konstantinopel, Armada kapal dari Venesia yang diharapkan sebagai bala bantuan tak kunjung tiba, padahal kabar kedatangannya sudah beredar berminggu-minggu. Setelah memastikan bahwa mereka harus mempertahankan bentengnya tanpa bantuan Kaisar memilih tetap bertahan, meskipun Loukas Notaras menawarkan agar kaisar dan seisi istana mengungsi ke Galata. Giustiniani yakin Mehmed akan menyerang benteng sisi darat melalui gerbang St. Romanus sehingga ia menempatkan lebih banyak pasukan dan tambahan meriam di sana. Tambahan meriam itu berasal dari meriam yang dipakai Loukas Notaras untuk mempertahankan sisi benteng yang menghadap selat Tanduk Emas. Semula Loukas Notaras menolak menyerahkan meriam-meriamnya tapi kaisar lebih mendukung strategi pertahanan yang diusulkan Giustiniani.
Pasukan Mehmed mulai menyerang dengan tembakan meriam ke arah benteng yang rusak untuk semakin melemahkannya dan membuka jalan masuk. Di dalam benteng warga sipil berlarian mencari perlindungan, Giustiniani meminta Therma untuk pergi bersama sebanyak orang yang bisa dibawanya keluar Konstantinopel menuju ke Chios sebuah pulau di Yunani. Therma sebenarnya tidak ingin meninggalkan Giustiniani tapi Ia meyakinkan bahwa keselamatan Therma akan memberinya semangat lebih untuk menang. Kisah cinta Giustiniani-Therma ini satu-satunya kisah romantis yang diselipkan di sepanjang season 1 mulai dari episode 1 sampai 6.
Semantara itu Mehmed terus membakar semangat pasukannya untuk mengerahkan seluruh kekuatan mereka, Ia mengutip hadits Nabi :
"Kalian akan menaklukan Konstantinopel, sungguh luar biasa pemimpinnya nanti, betapa luar biasa pasukannya nanti"
Mehmed meyakinkan pasukannya inilah takdir mereka dan mereka akan membangun zaman baru dari abu.
Serangan gelombang pertama dari pasukan Mehmed adalah dari pasukan Bashi-Bazouk (kepala gila), mereka ini ada pasukan sukarelawan yang garang dan serangannya tak terduga. Giustiniani berhasil mempertahankan benteng dari serangan Bashi-Bazouk, pasukan kepala gila berakhir tragis di tangan pasukan Giustiniani.
Pada serangan gelombang kedua Mehmed mengirimkan pasukan reguler yang terkenal dengan kedisiplinannya. Namun, pasukan reguler ini juga rupanya dapat dikalahkan pasukan bayaran pimpinan Giustiniani. Setelah empat jam pertempuran pihak Konstantinopel masih unggul, hal ini membuat Sprantzhes dan kaisar Cinstantine yakin bahwa mereka bisa bertahan dari serangan Turki. Tapi, Mehmed mengambil keputusan akhir, melanjutkan gelombang serangan ketiga dengan mengirim pasukan elite Janissary. Halil Pasha menentang keras keputusan ini karena Janissary adalah pasukan terakhir mereka, jika pasukan ini kalah dalam pertempuran artinya mereka kalah dalam perang ini. Alih-alih menuruti nasehat Halil Pasha, Mehmed justru memimpin sendiri serangan pasukan Janissary.
Dengan gegap gempita pasukan Janissary maju menyerbu benteng Konstantinopel. Mehmed memimpin pasukannya, Ia memacu kudanya dengan gagah, namun naas, tiba-tiba Mehmed terlempar dari punggung kuda tunggangannya dan terhempas ke tanah. Melihat kejadian ini Giustiniani segera mengambil kesempatan, Ia perintahkan pasukannya untuk membunuh Mehmed secepatnya.
(Bersambung)
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Friday, January 27, 2023
Rise of Empire : Ottoman, Season 1 Ep 5
Season 1 : Conquest of Constantinople (Penaklukan Konstantinopel)
Episode 5: Ancient Prophecies (Nubuat Kuno)Pasukan penyergap konstantinopel kalah telak, sebanyak 200 orang tewas. Alih-alih membakar kapal-kapal Turki, Greek Fire justru membakar kapal mereka sendiri. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi konstantinopel.
Perang terus berlangsung, korban terus berjatuhan di kedua belah pibak. Pada minggu ke-6 pengepungan dengan membawa bendera putih Zaganos Pasha menuju benteng meminta bertemu dengan Giustiniani. Namun, ketika Giustiniani menemuinya ternyata orang itu adalah Mehmed sendiri. Mehmed mengingatkan Giustiniani bahwa perang ini bukanlah perangnya dan menawarkan imbalan yang jauh lebih besar daripada yang ditawarkan kaisar Constantine dengan syarat Giustiniani meninggalkan Konstantinopel. Sebelumnya, selain imbalan uang sebagai tentara bayaran, Kaisar Constatine menjanjikan pulau Lemnos sebagai hadiah bagi Giustiniani jika berhasil mengusir pasukan Turki Usmani. Tawaran Mehmed ditolak oleh Giustinani tapi Mehmed memberinya waktu berpikir sampai senja hari.
Giustiniani benar-benar menolak tawaran Mehmed, sementara itu Ia pun makin dekat dengan Therma. Kondisi Konstantinopel makin memburuk, bahkan sang Kaisar bangkrut. Untuk membayar tentara yang Ia sewa semua logam mulia kerajaan ermasuk benda relik keagamaan dilebur lalu dicetak menjadi koin. Namun sebuah berita baru telah dikonfirmasi, kapal-kapal Venesia benar-benar telah berada di laut Mediterania dan bersiap menuju Konstantinopel. Berita ini membuat Mehmed khawatir karena bala bantuan itu bisa menggagalkan misinya.
Halil Pasha menyarankan Mehmed untuk menawarkan gencatan senjata dan meninggalkan medan perang. Menurut Halil Pasha Mehmed tidak mungkin bisa menang dengan kondisi seperti saat ini, lebih baik mundur dan nanti kembali lagi ketika pasukan Turki lebih kuat dan Konstantinopel dalam keadaan lebih lemah.
Armada pasukan Venesia diperkirakan akan sampai dalam waktu enam hari, kaisar Constantine meminta Giustiniani bertahan selama enam hari itu melawan pasukan Mehmed sampai bala bantuan tiba. Pada tanggal 20 Mei 1453 Mehmed menerima sebuah pesan, setelah membacanya Mehmed bergegas menemui langsung si pengirim pesan itu yang tak lain adalah ibunya, Mara Brankovic. Kepada Mehmed Mara meminta agar misi penaklukan dilanjutkan dan saat ini adalah saat yang tepat untuk menyerang dan meraih kemenangan karena tanda-tanda kemenangan itu telah muncul di langit. Mara menyemangati Mehmed dan berjanji kelak Ia akan menenmui Mehmed di singgasana tahtanya di Konstantinopel.
Pada Malam tanggal 20 Mei itu terjadi gerhana bulan darah (Blood Moon eclipse). Di kalangan masyarakat konstantinopel sejak lama telah ada ramalan bahwa suatu saat nanti Konstantinopel akan jatuh pada malam gerhana bulan darah. Selain itu ada pula legenda bahwa kaisar pertama Konstantinopel yang bernama Constantine lahir dari ibu bernama Helena dan Konstantinopel tidak akan jatuh kecuali pada masa kepemimpinan kaisar dengan nama anak dan ibu yang sama. Sebaliknya, bagi masyarakat Turki pada masa itu peristiwa gerhana bulan dianggap sebagai pertanda baik dan isyarat kemenangan.
Episode 5 ini ceritanya makin menegangkan karena tinggal satu episode lagi untuk final season 1. Lagi-lagi kasih sayang seorang Ibu Mara dan kesetiaannya pada kesultanan Turki Usmani ditampilkan dengan apik di sini. Bagaimana Mara jauh-jauh datang dari Serbia untuk bertemu langsung dengan Mehmed dan menguatkan Mehmed tepat di puncak keraguannya akibat desakan mundur dari Halil Pasha.
Di sisi lain Mehmed yang cerdas bisa membaca kondisi psikologis pasukannya dan pasukan musuh lalu memanfaatkannya untuk meraih kemenangan.
#KLIP2023
#KelasLiterasiIbuProfesional
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Wednesday, January 25, 2023
Rise Of Empires : Ottoman, Season 1 Ep 3
RISE OF EMPIRES : OTTOMAN
(Resensi Drama)
Season 1 : Conquest of Constantinople
Episode 3: Into The Golden Horn
Konstantinopel adalah ibu kota kekaisaran Romawi timur yang disebut juga Byzantium. Kota besar ini dikelilingi benteng berlapis-lapis yang terkenal super kokoh pada zamannya. Sebelum Mehmed sudah terjadi 23 kali pengepungan dan semuanya gagal. Konstantinopel terletak di semenanjung Bosporus, wilayah perairannya terhubung dengan laut Marmara dan selat tanduk emas (The golden Horn) di sisi timur laut. Jika sisi benteng yang berada di perbatasan darat sangat kuat maka tidak demikian dengan sisi benteng yang berhadapan dengan laut. Namun di selat Tanduk Emas itu Romawi punya pertahanan andalan yang belum pernah bisa ditembus.
Dua tahun sebelum pengepungan konstantinopel Mehmed memulangkan ibu tirinya Mara Brankovic ke negeri asalnya Serbia. Mehmed melakukan itu bukan untuk mengusir sang ibu melainkan untuk menjadikannya sekutu di wilayah Balkan. Mara adalah istri ketiga sultan Murad II, Ia menyayangi Mehmed seperti anak sendiri. Ngomong-ngomong kalau menyebut kata Balkan aku jadi ingat buku "Di Pelosok-pelosok Balkan" karangan Karl May. Sebelum pulang ke Serbia Mara menasehati Mehmed agar mempelajari kegagalan para pendahulunya dalam misi penaklukan konstantinople. Ibu Mara ini memang kelihatannya benar-benar tulus mencintai dan menyayangi anak sambungnya.
Kapal-kapal yang datang dari Genova mengangkut suplai pasukan dan logistik untuk konstantinopel telah bergerak dari arah barat Mediterania. Jika kapal ini sampai lolos masuk ke konstantinopel itu akan bisa memperkuat mereka. Mehmed menugaskan Laksamana Baltaoğlu Süleyman untuk menghadang bala bantuan tersebut di laut Marmara. Baltaoğlu memiliki julukan Putra Kapak Perang, juga pernah berkarir di pasukan elit janissary. Ia berjanji akan menenggelamkan kapal-kapal itu. Sementara itu dari sisi darat Mehmed memerintahkan untuk menggali terowongan di bawah benteng konstantinopel dengan maksud untuk melemahkan pertahanannya. Lusinan penambang profesional dari Serbia ditugaskan dalam misi khusus ini.
John Grant dari Skotlandia adalah orang yang ditugaskan pihak Romawi untuk menangkis serangan bawah tanah pasukan Mehmed. Dengan menggunakan teknik sederhana berupa tong air yang diletakkan di atas tanah John Grant dengan mudah bisa mengetahui di mana lokasi penggalian terowongan. Ketika terowongan itu tembus ke dalam benteng Grant dan anak buahnya menumpahkan "Greek Fire (Api Yunani)" zat kimia sejenis Napalm ke dalam terowongan lalu menyulutnya. Lusinan penambang dari Serbia tewas terbakar mengenaskan. Tidak hanya di darat, di laut Marmara pertempuran sengit juga tengah berlangsung. Kalau menyebut nama Marmara aku selalu teringat tragedi kapal Mavi Marmara, kapal dengan misi kemanusiaan untuk Palestina yang justru diserbu oleh pasukan komando Israel.
Awalnya misi penghadangan armada Genova sepertinya akan sukses, angin Laut Marmara berhenti bertiup sehingga kapal-kapal Genova itu tidak bisa bergerak dan armada pasukan Turki merangsek menyerbu. Armada Genova memutuskan untuk merapatkan kapal-kapal mereka membentuk kastil terapung yang nampak seperti sasaran empuk. Tapi, kapal Genova lebih besar dan lebih tinggi dari Kapal Turki sehingga membuatnya lebih mudah untuk menembak dan tanpa diduga angin laut Marmara bertiup kembali menyebabkan armada Genova kembali bergerak. Kapal-kapal dayung Turki tertinggal dan pasukan yang berhasil mencapai kapal Genova dengan mudah dapat dikalahkan bahkan BartouÄŸlu terluka parah.
Kapal-kapal Genova berhasil masuk ke Golden Horn dan disambut dengan gegap gempita, harapan warga konstantinopel kembali menyala-nyala, mereka merayakannnya dengan pesta. Semula Mehmed hendak mengeksekusi mati BartouÄŸlu atas kekalahan yang memalukan itu, tapi mengingat jasa-jasanya selama ini hukumannya menjadi lebih ringan yaitu dicambuk seratus kali.
Konstantinopel melindungi selat tanduk emas dengan rantai besi sepanjang 800 meter yang membentang dari Akropolis sampai daerah koloni Genova menara Galata. Jika kapal musuh datang rantai ini akan diangkat dan direnggangkan sehingga kapal musuh tersangkut dan dengan mudah ditembaki oleh angkatan laut romawi yang berjumlah 30 kapal. Sebaliknya jika kapal sekutu yang datang maka rantai ini akan diturunkan sehingga kapal bisa masuk. Inilah yang menyebabkan penyerbuan lewat selat tanduk emas menjadi hil yang mustahal eh, hal yang mustahil.
Jauh di Serbia sana, Mara Brankovic berusaha meyakinkan ayahnya agar tidak melanggar perjanjian damai dengan kesultanan Turki. Diam-diam Mara mengirimkan berita kepada Mehmed agar mewaspadai kemungkinan pengkhianatan negara-negara Balkan. Kekalahan demi kekalahan membuat Halil Pasha menyarankan agar Mehmed melakukan gencatan senjata. Ide gencatan senjata ini juga disarankan oleh penasehat kaisar Constantine yaitu Loucas Notaras. Mehmed sang sultan Muda bergeming, sejujurnya Ia tak suka diplomasi layaknya generasi tua seperti Halil Pasha itu.
ed telah mempelajari strategi perang sekaligus kegagalan yang dialami 23 pasukan pengepungan sebelumnya, malam itu Ia minta dipanggilkan kartografer (pembuat peta) dan juru tulis. Lalu Mehmed memanggil Zaganos Pasha, menyampaikan padanya sebuah ide rahasia yang akan mengubah keadaan. Ide itu sangat gila sekaligus brilian.
Dari episode satu nih Mehmed kalah terus, tapi tetap saja sang sultan muda ini kukuh dengan niatnya. Salah satu motivasi kuat yang mendorong semangat Mehmed adalah nubuah kejatuhan konstatinopel yang terdapat dalam sebuah hadits nabi. Mehmed bertekad dia lah yang akan mewujudkan nubuwah itu. Semangat orang muda dan pantang menyerah benar-benar lekat pada sosok Mehmed. Ia juga rupanya anak yang patuh menuruti nasehat ibunya untuk belajar dari kegagalan demi kegagalan generasi sebelumnya.
#KLIP2023
#KelasLiterasiIbuProfesional
#RiseofEmpire
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Rise Of Empires : Ottoman, Season 1 Ep 2
RISE OF EMPIRES : OTTOMAN
(Resensi Drama)
Season 1 : Conquest of Constantinople
Episode 2: Through The Walls
Pada episode ke dua ini cerita mulai melambat dan terdapat beberapa flash back. Selama enam hari pasukan Mehmed menghujani tembok terluar benteng konstantinopel dengan peluru meriam basilika. Tembok itu rusak di sana-sini tapi masih kokoh berdiri. Giustiniani yang memimpin pertahanan pasukan kaisar Constantine memerintahkan agar tembok yang runtuh dibangun kembali dengan menyusun reruntuhannya dan taktik ini berhasil meredam efek kehancuran akibat tembakan meriam basilika. Senjata andalan Mehmed buatan Orban ternyata tidak sesempurna yang diharapkan. Giustiniani ternyata memutuskan untuk tidak hanya bertahan dalam benteng, Ia melakukan sesuatu di luar kebiasaannya yaitu menyerang balik pasukan Mehmed.
Benteng konstantinople terdiri dari beberapa lapis, ada tembok luar, tembok dalam juga parit-parit. Giustiniani memutuskan strategi pertahanan mulai dari tembok luar, meskipun resikonya mereka bisa terkena hantaman the bear, sebutan untuk meriam basilika. Serangan balik Giuatiniani ternyata sangat efektif tentara Mehmed seperti masuk dalam ladang pembantaian.
Mehmed bermaksud membalas kekalahan pasukannya, Ia perintahkan agar the bear ditembakkan lagi. Sayangnya, salah satu meriam meledak saat ditembakkan dan membuat Mehmed terluka, adegan beralih ke masa lalu. Diceritakan masa kecil Mehmed yang saat itu masih tinggal di luar Ibu Kota dipanggil untuk tinggal di istana serta menjadi putra mahkota menggantikan kakaknya yang meninggal dunia. Sejak saat itu Mehmed kecil digembleng dengan pendidikan dan disiplin yang keras. Di istana yang dingin, keras dan asing itulah Mehmed kecil mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari ibu tirinya, Mara.
Pada tahun 1444 saat Mehmed belum genap berusia 13 tahun Sultan Murad II memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan tahta kepada putranya. Meskipun masih sangat muda rupanya Mehmed sudah memiliki tekad yang kuat serta mulai menyusun rencana taktis untuk mewujudkan cita-citanya menaklukkan konstantinopel. Rencana itu mendapat penolakan keras dari para mentri pimpinan Halil Pasha. Atas saran Halil Pasha, sultan Murad II mengambil kembali tahtanya. Mehmed sang sultan muda tentu saja kecewa, tapi cita-citanya tidak ikut padam. Pada saat itu Mara, orang yang selalu dipanggilnya ibu, menguatkan Mehmed dan meyakinkannya bahwa suatu saat nanti tahta kesultanan akan kembali jadi miliknya.
Pengepungan terus berlanjut. Dulu sultan Murad II melakukan pengepungan selama tiga bulan dan gagal. Kali ini setelah dua minggu menggempur benteng Mehmed memutuskan untuk menyerbu ke dalam. Dari dalam benteng konstantinopel, menimbang besarnya jumlah pasukan kesultanan Turki penasihat kaisar yang bernama Lucas Notaras mengingatkan kaisar bahwa belum terlambat untuk menyerah kepada Mehmed, ia menyarankan itu karena bala bantuan dari eropa belum kunjung tiba.
Ketika penyerbuan ke dalam benteng terjadi ratusan prajurit kesultanan Turki tewas di tangan pasukan bayaran pimpinan Giustiniani, misi penyerbuan gagal. Mehmed mulai merasa makin lama peluangnya untuk menang akan makin kecil. Paling tidak ada tiga alasan bagi Mehmed kenapa penaklukan itu harus selesai dan sukses dalam waktu cepat. Pertama Ia tidak ingin mengorbankan puluhan ribu pasukannya, kedua terjadi perpecahan di kalangan prajurit antara yang ingin meneruskan pengepungan dan yang ingin menghentikannya, yang terakhir ini dipimpin oleh Halil Pasha. Alasan ketiga adalah semakin lama pengepungan artinya memungkinkan datangnya bala bantuan dari eropa ke Konstantinopel. Pada masa yang cukup pelik itu Zaganos Pasha menemui sang sultan sambil membawa surat dari kepulauan Aegea isinya adalah kabar bahwa armada Genova sebagai bala bantuan untuk kaisar Constantine telah tiba di Dardanella dan bergerak menuju Konstantinopel.
Menurutku sampai di episode dua karakter Mehmed di dokudrama ini diperankan dengan baik oleh Cem Yiğit Üzümoğlu, dan sebagai tokoh pahlawan Ia juga digambarkan sebagai manusia biasa, bisa sakit, terluka, kecewa. Namun tetap saja penggambarannya sebagai tokoh pahlawan juga sangat kuat. Ia tampan, gagah, cerdas, ambisius dan pantang menyerah.
#KLIP2023
#KelasLiterasiIbuProfesional
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Rise of Empire : Ottoman, Season 1 Ep 4
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Friday, January 20, 2023
Rise Of Empire : Ottoman (Resensi Drama) Season 1 Ep 1
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Sunday, November 7, 2021
Majalah Anak Islami (Cilukba & Cilukba Junior)
Banyak orang sepakat bahwa membaca adalah jalan menuju pengetahuan. Orang yang gemar membaca biasanya diidentikkan dengan orang yang cerdas dan pintar, sehingga banyak orang tua yang menginginkan anak-anaknya suka membaca. Masalahnya adalah bagi sebagian orang tua membiasakan membaca bukanlahlah pekerjaan yang mudah, salah satu penyebabnya adalah memilih bacaan dan ketersediaan bahan bacaan anak yang sesuai dengan kondisi keuangan.
Buku anak biasanya dicetak dengan kertas yang bagus dan gamba-gambar yang menarik sehingga harganya juga relatif mahal. Kadang-kadang orang tua merasa sayang membeli buku anak karena khawatir bukunya cepat rusak (padahal harganya mahal) atau anak cepat bosan, tidak tertarik untuk membacanya lagi, sehingga merasa sayang kalau membeli buku hanya untuk sekali baca.
Salah satu alternatif bacaan anak yang murah namun tetap menarik yaitu majalah anak-anak. Cilukba dan Cilukba Junior adalah salah satu majalah anak islami yang terbit bulanan, menawarkan bacaan anak dengan tampilan dan isi yang sesuai dengan dunia anak-anak. Isinya beragam mulai dari pengetahuan umum, pengetahuan islam, cerita pendek, komik, hingga lembar kreatifitas dan lain-lain. Cilukba cocok bagi pembaca usia SD, sedangkan Cilukba Junior diperuntukkan bagi anak usia TK. Dengan kualitas yang bagus dan harga sangat terjangkau majalah Cilukba dan Cilukba Junior layak menjadi bacaan anak-anak di rumah
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Tuesday, August 31, 2021
A WALK THROUGH NATURE
Pada cover depan buku tertera bahwa ini adalah "Peek-through Book", pada setiap tema di buku ini terdapat lipatan halaman tambahan dan lubang-lubang untuk mengintip halaman di baliknya, sehingga pembaca diajak menebak apa gerangan yang ada di sana. Mulai dari biji-biji kecil yang secara menakjubkan menjelma jadi beraneka tumbuhan, burung-burung yang mengembara, hingga pergantian musim serta keberadaan kehidupan di tempat-tempat tersembunyi, melalui buku ini pembaca terutama anak-anak seperti sedang bertualang menjelajahi keajaiban alam.
Mengutip kata-kata di halaman awal buku ini bahwa 'Dunia alami kita berubah setiap hari, bulan, dan tahun. Tapi, kalau kita tidak menyempatkan diri untuk memperhatikan, keajaiban itu perlahan memudar dan akhirnya hilang. Jadi, ayo kita mulai melangkah dan menemukan keajaiban itu di sekitar kita.
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Saturday, July 3, 2021
PERKEDEL KENTANG PRAKTIS
Anak-anak saya sangat menyukai olahan kentang, baik itu dalam bentuk sup, kentang goreng, keripik kentang maupun perkedel. Kali ini saya akan berbagi resep perkedel kesukaan anak-anak. Sebenarnya resep ini tercipta karena tidak sengaja, waktu itu saya sedang kehabisan stok bumbu dapur tapi ternyata anak-anak justru suka karena rasanya tidak terlalu berempah. Ini dia resepnya.
![]() |
| Perkedel Kentang Praktis 3 Bahan www.deliaswitlof.blogspot.com |
PERKEDEL KENTANG PRAKTIS
Bahan :
* 1/2 Kg Kentang, kupas, belah empat, cuci bersih kemudian kukus atau rebus sampai lunak.
* 2 sdm tepung bumbu (saya pakai merk Sajiku)
* 1 butir telur dikocok lepas
* Minyak goreng secukupnya
,
Cara Membuat:
1. Haluskan kentang pelan-pelan menggunakan ulekan atau centong nasi. Setelah halus campurkan tepung bumbu dan aduk sampai rata.
2. Bagi adonan menjadi beberapa bagian, bulatkan kemudian pipihkan (adonan saya jadi 12 keping).
3. Panaskan minyak di wajan anti lengket, celupkan kepingan perkedel pada kocokan telur dan langsung goreng hingga matang. Selamat mencoba.
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Friday, May 28, 2021
TORENIA
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Thursday, April 1, 2021
GARA-GARA PIKO
Sejak dulu sampai sekarang saya suka membaca buku cerita anak. Salah satu alasannya adalah buku cerita anak itu ada gambarnya dan biasanya gambarnya bagus-bagus, apalagi buku-buku sekarang, gambarnya bagus, kertasnya bagus dan terutama ceritanya juga bagus-bagus. Gara-Gara Piko, demikian judul buku cerita anak ini, yang menurut saya termasuk salah satu dari buku cerita anak yang bagus itu.
Buku Gara-Gara Piko ditulis oleh M. Fajrur Rahmat dan ilustrasinya dikerjakan oleh Wastana Haikal, diterbitkan oleh Puspa Swara pada tahun 2018. Piko adalah seekor burung merak yang hobi melukis, pada suatu hari si Piko menumpahkan cat dan justru pada saat itu ia menemukan sebuah ide. Rupanya ide yang diwujudkan oleh si Piko membuat seisi desa menjadi kesal kepada dirinya hingga warga desa mengejar Piko sampai ke atas bukit.
Buku yang saya review kali ini adalah edisi gratisan alias tidak diperjualbelikan karena merupakan edisi kerja sama antara Puspa Swara dan Room to Read Accelerator. Saya sendiri mendapatkannya sebagai donasi bagi Taman Baca yang saya kelola di kampung halaman. Anak-anak yang membaca buku ini menyukai gambar dan ceritanya yang ringan tapi penuh makna dan menemukan kesimpulan "Oh, teryata...".
Terus terang saya sangat menyukai ide cerita dan ilustrasi pada buku ini dan visualisasi tokoh-tokohnya sempat membuat saya teringat pada film Kungfu Panda yang menggemaskan itu, ada Bu Gajah, Pak Kucing, Bu Panda, Pak Harimau, Pak Unta, Bu Kangguru dan masih banyak karakter lain yang tidak disebutkan namanya. Satu lagi, saya juga menyukai gaya bahasa penulis yang menggunakan kata-kata berima. Misalnya pada bagian " Piko mengecat genta Pak Unta dengan warna Magenta" atau pada bagian lain " Piko mengecat genting Pak Kucing dengan warna Kuning", kata-kata berima ini terdengar indah dan mudah diingat oleh pembaca wabil khusus anak-anak.
Melalui buku Gara-Gara Piko ini anak bisa belajar untuk berpikir kreatif dan tidak mudah berburuk sangka kepada orang lain. Saya kira tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga perlu membaca buku ini.
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Saturday, March 27, 2021
10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga
Judul Buku : 10 Sahabat Dijamin Masuk Surga
Pengarang : Izzah Annisa
Ilustrator : Fajar Istiqlal
Tahun terbit : 2017
Penerbit : Al-Kautsar Kids
Jumlah Halaman : 143
Jenis Buku : Komik
Coba sebutkan nama sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga!, begitu salah satu bunyi pertanyaan yang pernah saya dapat dulu ketika mengikuti sebuah kajian keislaman. Dalam benak saya yang terlintas justru sebuah pertanyaan juga, memangnya ada orang yang dijamin masuk surga selain para nabi dan rasul?, ternyata jawabannya memang ada, di antara mereka itu adalah para sahabat nabi yang terpilih, jumlahnya ada sepuluh orang.
Buku 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga ini adalah sebuah buku bacaan anak berupa komik yang dikemas dalam gaya jenaka. Pengarangnya Izzah Annisa mengisahkan keutamaan masing-masing dari sepuluh sahabat nabi itu dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami oleh anak-anak tanpa mengurangi nilai-nilai keutamaan para sahabat tersebut. Ilustrasi pada buku ini juga lucu sekali ditambah dengan tampilan yang full colour alias warna-warni anak-anak benar-benar merasa sedang membaca buku komik (bukan sebuah buku bertema pelajaran agama).
Ketika membaca buku komik 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga ini saya jadi teringat masa kecil di mana dulu juga ada komik-komik bertema cerita nabi dan rasul, tentang surga dan neraka, juga cerita-cerita hikmah. Pada masa lalu komik-komik tersebut dicetak pada kertas tipis dan warnanya hanya hitam putih serta bahasanya dewasa sekali terlalu kaku untuk anak-anak. Sekarang ini sudah ada banyak buku bacaan anak bertema keislaman yang mengisahkan tentang sahabat nabi, tetapi kebanyakan berupa buku bergambar masih jarang yang dalam bentuk komik.
Mungkin sebagian besar dari kita sudah bisa menebak bahwa empat dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga adalah para khulafaur rasyidin yaitu Abu Bakar Ash Shidik, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Talib. Kalau begitu, siapakah yang enam orang lagi? silakan temukan jawabannya sendiri dengan membaca buku ini, selain mendapat pengetahuan, anak-anak dan kita yang ikut membaca niscaya akan merasa terhibur dengan cerita-cerita di dalamnya.
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Wednesday, March 24, 2021
HARI MENANGKAP , Kerja sama si Ikan Toman Dan Burung Udang
Judul Buku : Hari Menangkap
Pengarang : Dian Sukma Kuswardhani
Ilustrator : Gilang Ayyoubi Hartanto
Tahun terbit : 2019
Penerbit : Bestari
Jumlah Halaman : 24
Jenis Buku : Buku Bergambar
Salah satu kekayaan alam Indonesia adalah keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna dan salah satu cara memperkenalkan anak pada kekayaan alam Indonesia itu adalah melalui buku cerita dengan gambar-gambar yang menarik sehingga kesannya tidak terlalu kaku sebagaimana buku-buku teks pelajaran di sekolah. Buku bacaan anak yang berjudul "Hari Menangkap" ini menceritakan tentang kerja sama antara ikan toman dan burung udang untuk menangkap mangsa mereka.
Diceritakan bahwa ikan toman kecil uang hidup di sebuah sungai mulai belajar menangkap mangsanya sendiri, demikian juga dengan temannya si burung udang. Ikan toman kecil dan burung udang berkali-kali gagal menangkap mangsa mereka tapi rupanya mereka tidak berputus asa. Pada akhirnya kedua hewan tersebut menemukan cara yang tepat untuk menangkap mangsanya. Ikan toman adalah ikan air tawar yang banyak terdapat di perairan sumatra dan kalimantan. Secara fisik penampilan ikan toman mirip dengan ikan gabus dan sama-sama termasuk ikan pemangsa atau predator. Salah satu pembeda antara toman dan gabus adalah bercak-bercak pada ikan toman berwarna kekuningan sedangkan pada ikan gabus berwarna hitam. Sementara itu burung udang adalah jenis burung pemangsa ikan dan hewan kecil lain yang hidup atau berada di dekat perairan.
Buku Hari Menangkap menceritakan dan menggambarkan dengan cantik melalui ilustrasinya tentang tempat hidup dan perilaku ikan toman. Suasana kehidupan bawah air tawar lengkap dengan kehadiran satwa lain menjadikan cerita pada buku ini lebih hidup. Di dunia nyata bisa jadi burung udang akan memangsa anak-anak ikan toman yang masih kecil, namun dalam buku ini mereka justru bekerja sama.
Ikan toman biasanya ditangkap untuk dikonsumsi karena dagingnya yang lezat, ikan ini juga biasanya diawetkan dalam bentuk ikan asin. Buku Hari Menangkap ini bisa menjadi sarana mengenalkan ikan toman dan burung udang pada anak-anak sebagai salah satu satwa perairan Indonesia. Keberadaan hewan-hewan tersebut penting bagi keseimbangan ekosistem sehingga harus dijaga kelestariannya.
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Sunday, March 21, 2021
PEREMPUAN YANG MEMASAK BATU
Saya adalah salah satu generasi yang lahir tahun '80-an, pernah mengalami masa-masa belum ada listrik dan nonton TV rame-rame di rumah tetangga serta rame-rame mengaji di mushola dari waktu magrib sampai waktu isya. Seingat saya listrik baru masuk ke desa kami sekitar tahun 1989 atau 1990 itu pun belum menjangkau seluruh desa. Ada kalanya mamak melarang kami nonton TV pada malam hari, sebagai gantinya mamak akan menceritakan sebuah dongeng untuk kami. Demikianlah pada malam-malam tanpa TV maka kami berdesakan di tempat tidur, mendengarkan dongeng mamak dengan seksama bersamaan dengan imajinasi yang mengembara mengikuti alur cerita.
Dongeng-dongeng mamak selalu istimewa, kisah-kisahnya beraneka rupa, mulai dari bermacam-macam legenda tanah Jawa, Ramayana, Mahabarata, sampai pada dongeng-dongeng yang kelak bertahun-tahun kemudian kuketahui sebagai dongeng karya HC Andersen atau Grimm bersaudara. Sekalipun di TV akan ada acara Aneka Ria Safari atau Apresiasi Film Indonesia yang saat itu sangat kugemari dan hanya tayang sebulan sekali, jika mamak menawarkan dongeng maka kami akan lebih memilih dongeng saja. Pada malam-malam hujan ketika kami juga terpaksa tidak bisa keluar rumah, berselimut kain jarik sambil mendengarkan dongeng mamak adalah sebuah momen penuh kebahagiaan.
Ketika mamak akan mulai mendongeng biasanya beliau akan memberi pengantar yang menjelaskan apakah kisah ini murni dongeng saja atau benar-benar kisah nyata. Jika itu adalah sebuah kisah nyata mamak akan menyebutnya sebagai "cerita" bukan dongeng.
Di antara begitu banyak cerita yang beliau tuturkan ada satu kisah yang paling istimewa yaitu tentang perempuan yang memasak batu. Kisahnya dimulai dengan seorang lelaki yang sedang berjalan pada malam hari di suatu tempat yang jauh. Pada malam yang sama di sebuah rumah ada anak-anak yang menangis kelaparan sedangkan ibunya tidak punya apa-apa untuk mereka makan. Anak-anak dari Ibu itu terus menangis, untuk menenangkan mereka maka Ibu itu menyalakan api dan menaruh periuk di atasnya. Ia katakan pada anak-anaknya agar mereka tidur dulu dan nanti akan dibangunkan ketika makanan sudah matang. Anak-anak itu akhirnya tertidur dan sang ibu terus memasak meskipun ia tahu masakannya tidak akan pernah matang karena yang ada dalam periuknya hanyalah air dan batu.
Lelaki yang sedang berjalan itu melihat api di kejauhan dan mendatanginya, terkejutlah ia ketika mengetahui ada orang yang sedang memasak batu. Usai mendengar kisah pilu sang ibu lelaki itu pun permisi lalu pergi. Malam itu juga si lelaki kembali lagi ke rumah perempuan yang memasak batu dengan membawa sesuatu. Ia datang sambil memanggul karung berisi bahan makanan dan sebuah jaminan bahwa keluarga itu tak akan lagi kelaparan. Berbunga-bunga hati ibu itu, berbunga-bunga pula hatiku. Mungkin,karena pada saat itu kami tinggal di rumah berdinding bambu dan tahu betul rasanya jadi orang miskin, rasa-rasanya saya bisa memahami keadaan keluarga perempuan yang memasak batu itu. Dari cerita itulah saya mengenal sebuah nama, Umar bin Khatab.
Kebiasaan mendongeng itu saya lanjutkan pada anak-anak, selain dongeng saya juga membacakan mereka buku cerita. Selain sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kebaikan menceritakan dongeng atau membacakan buku juga bisa menjadi sarana mengenalkan karakter atau watak manusia yang bermacam-macam. Saya memang tidak membatasi bacaan anak-anak saya hanya pada cerita-cerita islami, mereka tetap boleh membaca cerita anak-anak, fabel, cerita rakyat, hingga dongeng manca negara sebab nilai-nilai kebaikan itu selalu universal dan cerita-cerita itu bisa membuka ruang diskusi tentang sesuatu yang tidak mereka pahami baik seputar nilai-nilai itu sendiri atau karakter tokohnya . Adapun untuk urusan aqidah, ibadah dan muamalah maka syariat islam tetap sebagai panduan.
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Saturday, March 6, 2021
MAGICAL UNICORN (Seperti Apa Suara Unicorn?)
Judul buku : Magical Unicorn
Ilustrator : Amy Zhing
Desain : Amy Bradford
Penerbit : Igloo Books
Tahun Terbit: 2019
Bahasa : Inggris
Tebal : 8 Halaman
Jenis buku : Buku bersuara (Sound Book)
Saya pertama kali berjumpa dengan buku bersuara (sound book) sekitar tahun 2009, saat itu di sebuah toko buku di Yogyakarta saya menemukan sebuah buku tentang kakak tua yang suka menirukan suara hewan-hewan lain di peternakan. Sejak saat itu saya mulai mempertimbangkan untuk membeli buku jenis sound book yang menurut saya menarik dan sesuai usia anak, termasuk yang satu ini " Magical Unicorn".
Buttercup adalah nama tokoh unicorn dalam buku ini, ia sedang berada di desa teman-temannya yaitu para peri. Ketika peri-peri kecil bermain, Buttercup ingin bergabung tapi karena ukuran badannya yang jauh lebih besar dari makhluk-makhluk kecil itu maka ia pun selalu gagal berpartisipasi. Buku ini saya peroleh dari event Big Bad Wolf (BBW) di sebuah market place. Dulu saya biasa memakai jasa titip untuk membeli buku-buku BBW tetapi sejak pandemi Corona BBW sesekali membuka penjualan online di awal Bulan.
Dalam buku ini tersedia tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan suara Buttercup si unicorn diiringi dengan musik latar yang bunyinya gemerincing seperti taburan bintang-bintang kecil. Desain buku yang berlubang pada setiap halaman memungkinkan untuk anak mendengar suara unicornya setiap kali membuka halaman bukunya. Anak saya sempat bertanya kenapa suara unicorn seperti suara kuda, saya jawab saja karena unicorn adalah salah satu jenis kuda, tepatnya kuda dalam dongeng.
Bisa dibilang buku ini cewek banget. Warna-warni cerah ceria yang mendominasi ilustrasi pada buku ini membuatnya sangat girly ditambah semua peri yang juga perempuan serta meskipun tidak disebutkan sebagai unicorn betina, Buttercup adalah nama bunga yang umum dipakai untuk karakter perempuan. Saya pribadi menggunakan buku ini sebagai buku cerita pengantar tidur sekaligus media belajar bahasa Inggris untuk anak-anak. Persahabatan Buttercup dan para peri serta bagaimana upaya mereka mencari solusi untuk masalah yang sedang mereka hadapi adalah poin plus untuk buku ini.
Hi, namaku Delia, Ibu dari 4 orang anak. Sehari-hari mengurus keluarga, menjahit, baca buku dan sesekali keluar rumah buat jalan-jalan. Aku suka kopi dan makanan yang pedas manis. Blog ini isinya macam-macam tentang keseharianku, buku, craft,dan lintasan pikiran.
Catatan Delia
CABE JAWA
Pagi itu adalah hari kedua kami liburan ke rumah Eyang. Saya bermaksud membuat sarapan namun beberapa bahan dapur sudah habis. Masih pukul...
-
A fabric basket is a very cute and useful thing that we can use to store craft supplies such as precut fabric stash, ribbons, and other th...
-
Rumah itu letaknya di ujung jalan komplek, bersebelahan dengan sebidang tanah yang ditumbuhi pohon-pohon jati tinggi menjulang. Di seberan...
-
Raja Dodore dan Ratu Lalami sedang gundah, memikirkan anaknya yaitu putri Mirela yang sedang sakit. Selama ini Putri Mirela tinggal di luar ...


























