Menulis mengikat pengetahuan, mengabadikan kenangan, membagi kebahagiaan

Sunday, January 5, 2025

CABE JAWA

Pagi itu adalah hari kedua kami liburan ke rumah Eyang. Saya bermaksud membuat sarapan namun beberapa bahan dapur sudah habis. Masih pukul enam pagi lewat sedikit ketika saya pergi ke warung tetangga di sebelah rumah. Pulang dari warung tetangga baru kusadari, ternyata di halaman rumah Eyang ada tanaman ini. Cabe jawa (Piper retrofractum), yang meskipun bernama cabe namun sebenarnya masuk golongan tanaman sirih-sirihan. Jadi, alih-alih satu keluarga dengan cabe rawit, cabe merah, cabe hijau maupun cabe-cabean, tanaman ini justru satu keluarga dengan sirih dan lada.
Secara tradisional cabe jawa digunakan sebagai bahan jamu dan bumbu masakan seperti rendang, semur, soto, rawon dan lain-lain. Rasanya pedas menyengat dengan aroma yang khas. Sebagai bahan jamu cabe jawa dipercaya dapat melancarkan peredaran darah, meningkatkan vitalitas, mengobati influenza, masuk angin, menghilangkan lelah-letih juga pegal linu, tapi tidak termasuk lelah karena lari dari kenyataan. Salah satu jenis jamu yang menggunakan bahan tanaman ini adalah jamu cabe puyang. Secara pribadi sebagai peminum jamu level beras kencur dan kunir asem bagi saya cabe puyang adalah jamu level puncak yang hanya akan diminum jika dilengkapi dengan perintah dan petuah dari Ibunda diiringi dengan tatapan mata dari jauh namun serupa CCTV milik NTMC Polri. Cabe jawa adalah tanaman perennial atau tahunan, tumbuh sebagai perdu pemanjat atau merambat sebagaimana tanaman sirih dan lada, itulah sebabnya ketika menanam cabe jawa diperlukan tajar (tiang panjat) sebagai tempat rambatannya. Meskipun termasuk dalam tumbuhan berbiji (Spermatophyta) untuk keperluan budidaya perbanyakan tanaman ini dilakukan dengan stek sulur, baik sulur akar di bagian bawah maupun sulur pucuk di bagian atas. Konon, sebelum mengenal cabe seperti cabe-cabe yang umumnya kita konsumsi sekarang, orang Indonesia khususnya masyarakat Jawa menggunakan Cabe Jawa ini sebagai pemedas masakan. Pantas saja ya, orang Jawa tidak menyebut cabe rawit, cabe merah atau cabe hijau sebagai cabe melainkan Lombok. Terjawablah teka-teki anak-anak jaman dulu yaitu kenapa kecap lombok gambarnya cabe merah bukan pulau. #KLIP2025

Monday, January 22, 2024

PERANGKAP HEBAT SOMA

Saya sedang berusaha merapikan koleksi buku bacaan anak yang saya bawa dari rumah Bandar Lampung ke rumah Cinta Manis. Tadinya buku-buku ini sudah rapi dalam box-nya masing-masing, namun seiring berjalannya waktu nampaknya buku-buku itu juga ikut berjalan kesana kemari. Ada yang singgah di kamar tidur , di ruang tengah, bahkan ada juga yang di pojokan garasi. Yang terakhir ini biasanya karena ada yang membaca buku sambil menikmati semilir angin Ogan Ilir lalu lupa mengembalikan ke dalam box. Perangkap Hebat Soma adalah sebuah buku yang mengisahkan pengalaman Soma, seorang anak lelaki yang ceria, lincah, kreatif dan gigih. Ia tinggal bersama keluarganya di sebuah desa. Diceritakan dalam buku ini musim menangkap belut telah tiba dan Soma ingin ikut kakaknya untuk menangkap belut-belut itu. Keadaan fisik Soma berbeda dengan saudara dan teman-temannya. Ia adalah penyandang disabilitas, kedua kakinya harus disangga alat bantu agar Ia bisa berjalan, beraktifitas dan bermain dengan anak-anak lain.
Mula-mula Soma memperhatikan cara membuat perangkap belut, lalu Ia mencoba membuat sendiri. Soma mengikuti semua langkah-langkah yang dilakukan oleh kakaknya mulai dari membuat perangkap, mencari umpan, sampai cara memasang perangkap. Keterbatasan fisik tidak menjadi halangan bagi Soma untuk melakukan semua itu. Ini adalah sebuah buku bergambar (Picture Book) terbitan PT Kanisius bekerja sama dengan Room to Read Accelerator, terdiri atas 24 halaman berwarna. Ditulis oleh Yovita Siswati dan ilustrasinya dikerjakan oleh Hanny Juwita. Kata-kata dalam buku ini memang hanya sedikit tapi penuh makna, didukung dengan ilustrasi yang mampu menampilkan keseluruhan cerita yang benar-benar hidup. Usaha Soma untuk bisa menangkap belut sendiri ditampilkan dengan apik, khas anak-anak yang serba ingin tahu dan suka meniru.
Salah satu kelebihan buku ini ada pada karakter Soma itu sendiri, sebagai anak yang menyandang disabilitas Ia tetap percaya diri dan mandiri, demikian juga cara keluarga dan teman-temannya memperlakukan Soma, tidak ada penggambaran bahwa penyandang disabilitas itu lemah atau perlu dikasihani. Suasana pedesaan yang masih asri juga digambarkan dalam buku ini, rumah-rumah tradisional, alam yang masih hijau, serta langit malam yang bertabur bintang.
Apakah akhirnya Soma berhasil menangkap belut seperti kakak dan teman-temannya? Yuk kita baca buku ini bersama anak-anak di rumah atau di sekolah. Cinta Manis 22 Januari 2024

Thursday, January 4, 2024

FUNICULI FUNICULA Jika engkau bisa kembali ke masa lalu, apa yang ingin kau lakukan?. Apakah kau ingin memperbaiki kesalahan? Menerima cinta yang dulu kau tolak? atau sebaliknya menolak cinta yang dulu kau terima? Meminta maaf? atau sekedar bertemu lagi dengan seseorang yang telah pergi?. Namun jika kau benar-benar bisa kembali ke masa lalu namun kedatanganmu itu tidak akan bisa mengubah kenyataan yang telah terjadi, apakah kau tetap ingin melakukannya?
Setidaknya ada empat perempuan yang memilih melakukannya, Fumiko, kotake, Hirai, dan seorang perempuan bergaun putih. Mereka memilih tetap kembali ke masa lalu, dan itu mereka lakukan di sebuah kafe kecil yang antik di sudut Tokyo, nama cafenya Funiculi Funicula. Ketika saya dan anak-anak berkunjung ke Gramedia Lampung, anak sulung saya memasukkan buku ini ke dalam tas belanja. Sejenak saya berpikir "kok, sepertinya Funiculi Funicula ini ada hubungannya dengan dunia tumbuhan atau sistem reproduksi". Rupanya secara tidak sadar ingatan saya sedang menggali sisa-sisa pelajaran di bangku kuliah dulu tentang sistem reproduksi manusia dan menemukan istilah funiculus spermaticus. Buku ini adalah terjemahan dari novel jepang yang judul aslinya Kohi Ga Samenai Uchi Ni (Before The Coffee Gets Cold) karangan Toshikazu Kawaguchi yang terbit pada tahun 2015 di Tokyo. Edisi terjemahan bahasa Indonesia diberi judul Funiculi Funicula sesuai dengan nama kafe yang menjadi setting novel. Fumiko Kiyokawa memutuskan kembali ke masa lalu (tepatnya seminggu yang lalu) untuk menemui kekasihnya Goro Katada yang saat itu menyatakan akan pergi ke Amerika untuk meniti karir impiannya dan meninggalkan Fumiko, kekasihnya. Adapun Kotake adalah seorang perawat yang suaminya menderita Alzheimer dini dan lupa dengan keberadaan istrinya. Kotake ingin kembali ke masa ketika Fusagi suaminya masih mengingat dirinya dan membawa sebuah surat yang Ia kira adalah surat cinta yang tidak sempat diberikan Fusagi kepada Kotake. Lain lagi dengan Hirai, Ia memilih kembali ke masa lalu untuk menemui Kumi adiknya yang selama ini justru selalu Ia hindari, bahkan surat-surat adiknya itupun tak pernah dibacanya, sampai suatu ketika Ia menyesal atas semua perbuatannya itu. Ada dua lagi perempuan yang melakukan perjalanan waktu di kafe Funiculi Funicula, namun kisahnya berbeda dengan tiga perempuan di atas. Wanita bergaun putih itu kembali ke masa lalu untuk menemui suaminya yang sudah meninggal namun karena melanggar peraturan yaitu kembali sebelum kopinya menjadi dingin, sang wanita bergaun putih itu terjebak di sana, selalu duduk di bangku yang sama. Seorang lagi adalah Kei, istri Nagare pemilik kafe. Perempuan yang sedang hamil muda dan menderita penyakit jantung itu memutuskan untuk menjelajah waktu namun bukannya kembali ke masa lalu, Kei justru ingin ke masa depan.
Semua penjelajahan waktu itu dilakukan dengan bantuan Kazu sang barista kafe. Ia hanya akan membantu mereka setelah mengingatkan tentang peraturan-peraturan yang harus dipatuhi oleh pelaku penjelajah waktu dan konsekuensi pelanggaran peraturan itu. Kazu juga selalu mengingatkan bahwa kenyataan tidak akan berubah, meskipun mereka berhasil kembali ke masa lalu dan melakukan segala upaya untuk mengubahnya. Entah kenapa pengarang memilih kelima tokoh yang melakukan perjalanan waktu itu semuanya perempuan. Apakah karena perempuan sering menyesali masa lalunya atau karena sebab lain? Novel setebal 223 halaman ini cukup menarik untuk dibaca, dengan catatan pembaca harus tahan dengan lokasi setting cerita yang benar-benar terpusat di kafe Funiculi Funicula, sehingga selesai membaca buku ini rasanya seperti selesai meminum secangkir kopi lalu menyadari kita tidak berada di dalam kafe itu lagi. Cinta Manis 04 Januari 2024

Friday, March 24, 2023

Sinopsis Film Farha

 Sinopsis Film "Farha"


Gadis remaja itu bernama Farha, Ia seorang remaja yang cerdas, tinggal di sebuah desa di Palestina. Cerita dalam Film ini berlatar tahun 1948 tentang peristiwa Nakba. Ibu Farha telah tiada, ia tinggal bersama ayahnya yang dipanggil Abu Farha dan ibu tirinya. Abu Farha sangat menyayangi putri cantiknya itu. Seperti anak-anak perempuan lain di desanya pada waktu itu, Farha ikut pelajaran kitab suci Al Qur'an pada seorang guru, namun Farha punya keinginan lain, yang tidak umum untuk seorang anak perempuan dari desa, Ia ingin sekolah di kota. Ia ingin belajar tentang geografi, matematika, bahasa Inggris dan lain-lain. Padahal, umumnya di desanya saat itu anak perempuan yang sudah beranjak remaja segera dicarikan pasangan lalu dinikahkan, tapi Farha memang lain.

Suatu hari Farha melihat ayahnya berbicara dengan salah satu pamannya, gadis itu langsung curiga jangan-jangan ayahnya sudah menjodohkan dan akan segera menikahkannya. Tapi sang ayah justru mengatakan bahwa Ia baru saja mendaftarkan Farha sekolah di kota, seperti yang dimintanya selama ini. Farha segera berbagi kabar gembira ini dengan Fareeda sepupunya dari kota yang sedang pulang kampung bersama keluarganya, saat itulah suara ledakan dan tembakan menggelegar. Desa mereka diserang tentara Israel, warga desa panik, melalui pengeras suara militer Israel menyuruh warga pergi dari rumah mereka selagi masih ada kesempatan, milisi Palestina yang juga ada di desa itu berusaha melakukan perlawanan sementara warga desa mengungsi dan menyelamatkan keluarga mereka terutama wanita dan anak-anak. Abu Farha menitipkan Farha pada ayah Fareeda agar membawanya ke kota namun baru beberapa meter mobil sang paman berjalan, Farha memaksa berhenti, Ia tidak mampu berpisah dengan ayahnya.

Abu Farha menyesalkan kenapa Farha bandel (tidak mau mengungsi). Mereka berdua kembali ke rumah, Farha bergegas ke kamar dan mengambil surat pendaftaran sekolahnya. Abu Farha menemui anak gadisnya memberitahu bahwa desa mereka telah jatuh, Ia akan bergabung dengan para pejuang dan nanti akan kembali lagi menjemput Farha. Sang ayah berpesan agar Farha tetap di dalam ruangan penyimpanan bahan makanan (ruangannya seperti dapur) memberinya sebuah belati dan berjanji akan kembali, lalu sang ayah pergi dan mengunci Farha dari luar.

Siang berganti malam, entah berapa hari Farha berada di dalam ruangan itu, Ia makan apa yang ada, bahkan juga buang air di ruangan itu. Suatu hari terdengar suara tembakan, lalu jeritan, teriakan, terdengar seperti orang-orang yang ditangkap. Farha melihat peristiwa itu melalui lubang di dinding yang menghadap ke luar (depan rumah). Hari terus berganti makanan makin sedikit, lampu minyak sudah kehabisan minyaknya. Suatu hari sebuah keluarga sampai di halaman rumah, sang istri melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Mohammed. Farha memanggil Abu Mohammed (ayah sang bayi), menjelaskan bahwa Ia dikurung ayahnya yang tak kunjung kembali dan meminta tolong agar dikeluarkan. Sebelumnya Farha sudah pernah beberapa kali berusaha membuka pintu tapi tidak berhasil.

Ketika Abu Mohammed hampir berhasil mendobrak pintu, terdengar suara pasukan Israel menuju ke rumah sambil mengumumkan agar semua warga keluar dari rumah mereka, jika tidak keluar maka mereka akan dibunuh di rumah. Abu Mohammed segera menyuruh kedua anak perempuannya membawa adik bayi mereka sembunyi ke atap, lalu Ia menyembunyikan istrinya yang baru melahirkan itu, selanjutnya Ia berpura-pura seakan-akan hanya lewat di depan rumah. Rombongan tentara Israel itu menghentikannya, di antara mereka ada warga Palestina yang ditutup mukanya dengan topeng karung bertindak sebagai informan. Abu Mohammed berkata bahwa Ia hanya lewat dan hendak mengambil air untuk minum. Pimpinan tentara Israel itu curiga bahwa Abu Mohammed adalah pejuang dan kembali untuk ke rumah untuk mengambil senjata. Informan itu bicara dalam bahasa inggris kepada pemimpin pasukan bahwa lelaki itu bukan warga desa ini, tapi tentara Israel itu tidak percaya, Naas, istri Abu Mohammed tertangkap juga. Ketika digeledah oleh tentara wanita hanya ditemukan kunci, namun tentara itu bertanya apakah dia sedang hamil, karena perutnya masih tampak besar (setelah melahirkan perut perempuan biasanya memang masih lebih besar dari ukuran normal). Para tentara itu justru bermain tebak-tebakan apakah bayinya lelaki atau perempuan ketika Abu Mohammed memohon agar mereka dilepaskan. Sayangnya, pada saat itu terdengar suara tangis bayi, ketiga anak itu ikut ditangkap lalu Abu Mohammed, istrinya dan kedua anaknya dibunuh dengan berondongan tembakan. Farha menyaksikan semuanya dari celah pintu.

Informan itu menangis sampai muntah-muntah, Ia protes kenapa mereka juga membunuh wanita dan anak-anak, sedangkan yang mereka cari adalah para pejuang. Secara tidak sengaja si informan melihat farha melalui celah pintu, Ia mendekat dan menyebut nama "Farha" namun tidak memberitahu pasukan Israel.
Rupanya si bayi masih hidup, pemimpin pasukan Israel itu menyuruh tentara yang paling muda untuk membunuhnya dan tidak boleh menggunakan senjata untuk menghemat peluru. Tadinya si tentara muda itu hendak menginjak si bayi namun karena tidak tega akhirnya Ia hanya menutupi muka si bayi dengan sapu tangan dan pergi.

Farha masih sembunyi, suara tangis bayi terdengar, juga suara tembakan. Setelah suara tembakan hilang Farha berusaha mendobrak pintu tapi lagi-lagi gagal. Frustasi, Farha mengobrak-abrik karung-karung bahan makanan, dan menemukan sebuah pistol beserta pelurunya. Setelah beberapa kali menembakkan pistol itu, pintu akhirnya terbuka, namun si bayi telah mati. Farha berjalan dan terus berjalan meninggalkan desanya.
Di epilog tertera narasi bahwa ayah Farha tidak diketahui lagi kabarnya dan bagaimana nasibnya. Farha sendiri akhirnya sampai ke Syiria dan bisa menceritakan kisah hidupnya.

Film ini konon mendapat reaksi keras dari warga Israel, bahkan sebagai bentuk protes mereka meng-unsubscribe Netflix.  Namun film ini justru meraih penghargaan di sebagai juara dalam kategori Best Youth Feature Film dalam Asia Pacific Screen Awards tahun 2022.  Film ini juga terdaftar dalam 95th Academy Award pada kategori Best International Feature Film.  Film berdurasi satu setengah jam ini memang berfokus pada keseharian dan pengalaman Farha pada masa peristiwa Nakba yang diperankan dengan apik oleh  Karam Taher sehingga penonton bisa merasakan emosi Farha selama dikurung di rumahnya.

Boleh dibilang "Farha" adalah sebuah film perjuangan, sebuah upaya menyegarkan ingatan dunia bahwa Palestina memang ada
Salah satu adegan yang bermakna sekali adalah ketika serdadu Israel menggeledah istri Abu Mohammed dan menemukan kunci rumah yang disembunyikan di dadanya.  Itu adalah simbol bahwa rakyat Palestina meskipun terjajah, terusir masih menyimpan harapan kelak mereka bisa kembali ke rumahnya yang berdiri di atas tanah air mereka.

Sunday, January 29, 2023

Rise of Empire : Ottoman, season 1 Ep 6 Bagian 2

Season 1 : Conquest of Constantinople

Episode 6/Finale : (Ashes to Ashes)
Bagian 2

Mehmed terjatuh dari punggung kudanya, Giustiniani segera memerintahkan untuk membunuhnya. Komandan tentara bayaran dari Genova itu tahu betul bahwa mental pasukan akan melemah jika pemimpinnya terbunuh. Mehmed bangkit menangkis setiap serangan yang ditujukan padanya, pasukannya segera membantu dan menyerang balik, di antara mereka terdapat Zaganos Pasha dan BartaoÄŸlu yang masih setia. Pasukan Giustiniani keluar gerbang St. Romanus menyambut serbuan pasukan Turki.

Pasukan elite Janissary terus menyerbu, mereka adalah pasukan yang paling terlatih, fanatik, setia dan paling ditakuti. Kekuatan pasukan Janissari mulai menyudutkan pasukan Konstantinopel hingga mereka terdesak, tidak ingin pasukannya mati sia-sia, Giustiniani memerintahkan mundur masuk kembali ke dalam benteng, pasukan konstantinopel kocar-kacir. Ketika gerbang St. Romanus ditutup sebagian pasukan Konstantinopel masih berada di luar benteng dan menjadi sasaran empuk pasukan Turki lalu mereka masuk benteng lewat celah-celah benteng yang rusak. Dalam suatu kesempatan sebuah tembakan melukai Giustiniani, Ia terjatuh, pedangnya terlepas, saat hendak bangkit sebuah panah berhasil bersarang di pundaknya. Anak buah Giustiniani menolongnya, membawanya mundur dari medan tempur. Sementara itu warga Konstantinopel semakin panik dan berusaha melarikan diri dari peperangan itu.

Selama pengepungan kekuatan pasukan Giustiniani menjadi andalan Konstantinopel, sehingga kaisar Constantine menghalangi mundurnya sang komandan dari medan tempur karena hal itu pasti akan meruntuhkan mental seluruh pasukan. Namun, Giustiniani tetap mundur dan menyarankan hal yang sama pada kaisar karena semuanya sudah tidak ada gunanya, kota itu pasti akan hancur. Melihat kekalahan di depan mata, Sphrantzes menyarankan agar kaisar melarikan diri tapi kaisar menolak dan mempersilakan jika Sphrantzes ingin pergi. Kaisar Constantine terlihat terjun ke medan pertempuran dan tak pernah terlihat lagi.

Gelombang pengungsi warga Konstantinopel telah menaiki kapal, termasuk Therma yang mencemaskan keberadaan ayah dan kekasihnya. Di antara para pengungsi itu ada Giustiniani, Ia meninggalkan medan perang dalam keadaan terluka dan akhirnya mati. Sebagai tentara bayaran sebenarnya Giustiniani sudah melakukan tugasnya sampai maksimal, sayangnya Ia mundur di saat paling genting ketika pasukan justru sangat membutuhkan keberadaannya sehingga mental pasukan benar-benar runtuh. Adapun armada pasukan dari Venesia yang digadang-gadang sebagai bala bantuan dari Eropa tidak pernah tiba.

Pada tanggal 29 Mei 1453 Mehmed memasuki kota Konstantinopel, saat itu umurnya 21 tahun, Ia menamai dirinya kayser-i Rum (kaisar roma yang baru) namun para pengikutnya bangsa Ottoman (Turki) akan selamanya mengenalnya sebagai "Fatih" yang artinya "sang penakluk". Mehmed atau Muhammad Al Fatih telah berhasil melakukan apa yang telah dilakukan orang lain selama 1700 tahun dan gagal yaitu menaklukkan Konstantinopel. Dengan kekalahan kaisar Constantine maka nama Konstantinopel berubah menjadi Istanbul ibu kota kekaisaran Ottoman (Turki Usmani).

Setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel Mehme langsung memasuki Hagia Sophia, di sana Ia terkagum-kagum dan benar-benar merasa diberkati dengan kemenangan ini. Setelah itu barulah Mehmed duduk di singgasana tahtanya di istana Konstantinopel. Orang pertama yang menghadap Mehmed adalah Loukas Notaras yang mengakui dirinya sebagai Grand Duke dan panglima tertinggi angkatan bersenjata, Ia datang membawa sekotak koin emas sebagai hadiah untuk Mehmed dan menawarkan jasanya. Sambil tersenyum Mehmed menghampiri Notaras sambil bertanya mengapa harta itu tidak diberikan kepada kaisar Constantine ketika sangat dibutuhkan, kenapa Ia justru menimbun harta saat anak-anak dan wanita kelaparan. Notaras berusaha membela dirinya dengan mengatakan bahwa selama ini Ia dan Halil Pasha berusaha menghentikan pengepungan agar pertumpahan darah cepat dihentikan. Mehmed justru semakin marah, Ia menyuruh anak buahnya membawa pergi Notaras dan berkata bahwa Loukas Notaras terlihat lebih baik tanpa kepalanya.

Orang berikutnya yang menghadap Mehmed adalah Halil Pasha yang datang untuk memberinya selamat atas kemenangan besarnya. Ketika Halil Pasha menanyakan apa yang akan dilakukan Mehmed dengan Konstantinopel, dengan tegas Mehmed menjawab Ia akan menjadikan kota ini ibu kota kekaisarannya yang baru.
Mehmed mengingatkan Halil Pasha tentang kejadian di masa lalu ketika sultan Murad II mengambil kembali tahtanya. Saat itu sebagai gurunya, Halil Pasha berkata bahwa kelak kekuasaan akan kembali pada Mehmed dan Ia akan menyingkirkan apa yang menjadi perangkapnya. Mendengar itu Halil Pasha menyadari bahwa Mehmed akan menghukum dirinya, Ia berkata akan pergi ke pengasingan dengan sukarela. Alih-alih mengasingkan, Mehmed justru memerintahkan agar Halil Pasha dipertemukan dengan sahabatnya yaitu Loukas Notaras.

Ibu Mara menepati janjinya untuk menemui Mehmed di singgana Konstantinopel, dan sang kaisar baru menyambut ibunya dengan bahagia. Mehmed memang layak mendapat gelar Al Fatih karena keberhasilannya menaklukkan konstantinopel. Kelak selama 300 tahun kekuasaan dinasti Ottoman bertahan dan menyebar, menguasai dan mendominasi sepertiga wilayah eropa, sebagian Afrika Utara, seluruh Timur Tengah, menuju Teluk Persia, bahkan mencapai Asia Tenggara.

Dari episode 1 sampai episode 6 drama ini isinya perang terus, serbu-kalah-serbu lagi, serbu-menang-serbu lagi, wajar saja ya namanya juga drama tentang perang. Menariknya, drama ini meskipun tema utamanya adalah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih (Mehmed) tapi penggambaran karakternya mendapatkan porsi yang seimbang antara pihak Ottoman maupun Konstantinopel, jadi adegan-adegannya tidak melulu fokus pada pihak Mehmed. Di sisi lain bagi mereka yang sudah membaca kisah kepahlawanan Muhammad Al Fatih mungkin akan merasa bahwa penggambaran karakter Mehmed di drama ini masih kurang heroik dan kurang religius, fokus drama ini memang sepertinya hanya pada strategi perang dengan tambahan sedikit sekali bumbu kisah-kisah lain. Untuk mereka yang kurang suka membaca, menonton drama ini bisa menambah pengetahuan tentang perlistiwa penaklukan terbesar yang pernah terjadi di dunia.
(Tamat)










Saturday, January 28, 2023

Rise of Empire : Ottoman, Season 1 Ep 6 (Finale) Part 1

Season 1 : Conquest of Constantinople

Episode 6/Finale : (Ashes to Ashes)

Part 1

Kepanikan melanda seisi benteng Konstantinopel, Armada kapal dari Venesia yang diharapkan sebagai bala bantuan tak kunjung tiba, padahal kabar kedatangannya sudah beredar berminggu-minggu. Setelah memastikan bahwa mereka harus mempertahankan bentengnya tanpa bantuan Kaisar memilih tetap bertahan, meskipun Loukas Notaras menawarkan agar kaisar dan seisi istana mengungsi ke Galata. Giustiniani yakin Mehmed akan menyerang benteng sisi darat melalui gerbang St. Romanus sehingga ia menempatkan lebih banyak pasukan dan tambahan meriam di sana. Tambahan meriam itu berasal dari meriam yang dipakai Loukas Notaras untuk mempertahankan sisi benteng yang menghadap selat Tanduk Emas.  Semula Loukas Notaras menolak menyerahkan meriam-meriamnya tapi kaisar lebih mendukung strategi pertahanan yang diusulkan Giustiniani.


Pasukan Mehmed mulai menyerang dengan tembakan meriam ke arah benteng yang rusak untuk semakin melemahkannya dan membuka jalan masuk. Di dalam benteng warga sipil berlarian mencari perlindungan, Giustiniani meminta Therma untuk pergi bersama sebanyak orang yang bisa dibawanya keluar Konstantinopel menuju ke Chios sebuah pulau di Yunani.  Therma sebenarnya tidak ingin meninggalkan Giustiniani tapi Ia meyakinkan bahwa keselamatan Therma akan memberinya semangat lebih untuk menang.  Kisah cinta Giustiniani-Therma ini satu-satunya kisah romantis yang diselipkan di sepanjang season 1 mulai dari episode 1 sampai 6.

Semantara itu Mehmed terus membakar semangat pasukannya untuk mengerahkan seluruh kekuatan mereka, Ia mengutip hadits Nabi : 

"Kalian akan menaklukan Konstantinopel, sungguh luar biasa pemimpinnya nanti, betapa luar biasa pasukannya nanti"

Mehmed meyakinkan pasukannya inilah takdir mereka dan mereka akan membangun zaman baru dari abu.  


Serangan gelombang pertama dari pasukan Mehmed adalah dari pasukan Bashi-Bazouk (kepala gila), mereka ini ada pasukan sukarelawan yang garang dan serangannya tak terduga. Giustiniani berhasil mempertahankan benteng dari serangan Bashi-Bazouk, pasukan kepala gila berakhir tragis di tangan pasukan Giustiniani.

Pada serangan gelombang kedua Mehmed mengirimkan pasukan reguler yang terkenal dengan kedisiplinannya. Namun, pasukan reguler ini juga rupanya dapat dikalahkan pasukan bayaran pimpinan Giustiniani. Setelah empat jam pertempuran pihak Konstantinopel masih unggul, hal ini membuat Sprantzhes dan kaisar Cinstantine yakin bahwa mereka bisa bertahan dari serangan Turki. Tapi, Mehmed mengambil keputusan akhir, melanjutkan gelombang serangan ketiga dengan mengirim pasukan elite Janissary.  Halil Pasha menentang keras keputusan ini karena Janissary adalah pasukan terakhir mereka, jika pasukan ini kalah dalam pertempuran artinya mereka kalah dalam perang ini. Alih-alih menuruti nasehat Halil Pasha, Mehmed justru memimpin sendiri serangan pasukan Janissary.

Dengan gegap gempita pasukan Janissary maju menyerbu benteng Konstantinopel.  Mehmed memimpin pasukannya, Ia memacu kudanya dengan gagah, namun naas, tiba-tiba Mehmed terlempar dari punggung kuda tunggangannya dan terhempas ke tanah.  Melihat kejadian ini Giustiniani segera mengambil kesempatan, Ia perintahkan pasukannya untuk membunuh Mehmed secepatnya.

(Bersambung)

Friday, January 27, 2023

Rise of Empire : Ottoman, Season 1 Ep 5

Season 1 : Conquest of Constantinople (Penaklukan Konstantinopel)

Episode 5: Ancient Prophecies (Nubuat Kuno)


Mehmed mengawasi pasukannya yang sedang menyergap pasukan Giacomo Coco, di sebelahnya ada Penguasa Galata Lord Lomellini. Mehmed berkata pada Lomellini pada suatu malam Usman leluhur Mehmed bermimpi sebatang pohon besar muncul dari tanah. Dari akarnya muncullah empat pegunungan, lalu empat sungai, di sekitar sungai-sungai itu muncullah kota-kota indah berkelip-kelip. Dedaunan pohon besar itu berubah jadi pedang yang gemerlap, tiba-tiba angin kencang bertiup, semua pedang-pedang itu menunjuk ke satu kota, Konstantinopel.

Pasukan penyergap konstantinopel kalah telak, sebanyak 200 orang tewas. Alih-alih membakar kapal-kapal Turki, Greek Fire justru membakar kapal mereka sendiri. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi konstantinopel.

Perang terus berlangsung, korban terus berjatuhan di kedua belah pibak. Pada minggu ke-6 pengepungan dengan membawa bendera putih Zaganos Pasha menuju benteng meminta bertemu dengan Giustiniani. Namun, ketika Giustiniani menemuinya ternyata orang itu adalah Mehmed sendiri. Mehmed mengingatkan Giustiniani bahwa perang ini bukanlah perangnya dan menawarkan imbalan yang jauh lebih besar daripada yang ditawarkan kaisar Constantine dengan syarat Giustiniani meninggalkan Konstantinopel. Sebelumnya, selain imbalan uang sebagai tentara bayaran, Kaisar Constatine menjanjikan pulau Lemnos sebagai hadiah bagi Giustiniani jika berhasil mengusir pasukan Turki Usmani. Tawaran Mehmed ditolak oleh Giustinani tapi Mehmed memberinya waktu berpikir sampai senja hari.

Giustiniani benar-benar menolak tawaran Mehmed, sementara itu Ia pun makin dekat dengan Therma. Kondisi Konstantinopel makin memburuk, bahkan sang Kaisar bangkrut. Untuk membayar tentara yang Ia sewa semua logam mulia kerajaan ermasuk benda relik keagamaan dilebur lalu dicetak menjadi koin. Namun sebuah berita baru telah dikonfirmasi, kapal-kapal Venesia benar-benar telah berada di laut Mediterania dan bersiap menuju Konstantinopel. Berita ini membuat Mehmed khawatir karena bala bantuan itu bisa menggagalkan misinya.

Halil Pasha menyarankan Mehmed untuk menawarkan gencatan senjata dan meninggalkan medan perang. Menurut Halil Pasha Mehmed tidak mungkin bisa menang dengan kondisi seperti saat ini, lebih baik mundur dan nanti kembali lagi ketika pasukan Turki lebih kuat dan Konstantinopel dalam keadaan lebih lemah.

Armada pasukan Venesia diperkirakan akan sampai dalam waktu enam hari, kaisar Constantine meminta Giustiniani bertahan selama enam hari itu melawan pasukan Mehmed sampai bala bantuan tiba. Pada tanggal 20 Mei 1453 Mehmed menerima sebuah pesan, setelah membacanya Mehmed bergegas menemui langsung si pengirim pesan itu yang tak lain adalah ibunya, Mara Brankovic. Kepada Mehmed Mara meminta agar misi penaklukan dilanjutkan dan saat ini adalah saat yang tepat untuk menyerang dan meraih kemenangan karena tanda-tanda kemenangan itu telah muncul di langit. Mara menyemangati Mehmed dan berjanji kelak Ia akan menenmui Mehmed di singgasana tahtanya di Konstantinopel.

Pada Malam tanggal 20 Mei itu terjadi gerhana bulan darah (Blood Moon eclipse). Di kalangan masyarakat konstantinopel sejak lama telah ada ramalan bahwa suatu saat nanti Konstantinopel akan jatuh pada malam gerhana bulan darah. Selain itu ada pula legenda bahwa kaisar pertama Konstantinopel yang bernama Constantine lahir dari ibu bernama Helena dan Konstantinopel tidak akan jatuh kecuali pada masa kepemimpinan kaisar dengan nama anak dan ibu yang sama. Sebaliknya, bagi masyarakat Turki pada masa itu peristiwa gerhana bulan dianggap sebagai pertanda baik dan isyarat kemenangan.


Halil Pasha terus mendesak agar Mehmed melakukan gencatan senjata dan mengambil keuntungan dari gencatan senjata itu daripada gagal sama sekali. Tapi Mehmed bergeming, baginya gagal itu ketika seratus ribu pasukan Venesia benar-benar sampai ke Konstantinopel dan Ia yakin takdirnya sebagai penakluk Konstantinopel telah tertulis. Pada tanggal 28 Mei 1453, beberapa jam sebelum serangan besar-besaran ke Konstantinopel sebuah peristiwa unik terjadi. Seberkas cahaya muncul di atas atap Hagia Shopia, seakan-akan cahaya itu keluar dari Hagia Shopia ke langit. Orang-orang Konstantinopel dilanda kepanikan, pemandangan itu mereka artikan bahwa Tuhan telah meninggalkan mereka. Sebaliknya Mehmed semakin yakin bahwa kemenangan sudah di depan mata.

Episode 5 ini ceritanya makin menegangkan karena tinggal satu episode lagi untuk final season 1. Lagi-lagi kasih sayang seorang Ibu Mara dan kesetiaannya pada kesultanan Turki Usmani ditampilkan dengan apik di sini. Bagaimana Mara jauh-jauh datang dari Serbia untuk bertemu langsung dengan Mehmed dan menguatkan Mehmed tepat di puncak keraguannya akibat desakan mundur dari Halil Pasha.
Di sisi lain Mehmed yang cerdas bisa membaca kondisi psikologis pasukannya dan pasukan musuh lalu memanfaatkannya untuk meraih kemenangan.

#KLIP2023
#KelasLiterasiIbuProfesional

Wednesday, January 25, 2023

Rise Of Empires : Ottoman, Season 1 Ep 3

RISE OF EMPIRES : OTTOMAN

(Resensi Drama)

Season 1 : Conquest of Constantinople

Episode 3: Into The Golden Horn 

Konstantinopel adalah ibu kota kekaisaran Romawi timur yang disebut juga Byzantium. Kota besar ini dikelilingi benteng berlapis-lapis yang terkenal super kokoh pada zamannya. Sebelum Mehmed sudah terjadi 23 kali pengepungan dan semuanya gagal. Konstantinopel terletak di semenanjung Bosporus, wilayah perairannya terhubung dengan laut Marmara dan selat tanduk emas (The golden Horn) di sisi timur laut. Jika sisi benteng yang berada di perbatasan darat sangat kuat maka tidak demikian dengan sisi benteng yang berhadapan dengan laut. Namun di selat Tanduk Emas itu Romawi punya pertahanan andalan yang belum pernah bisa ditembus.

Dua tahun sebelum pengepungan konstantinopel Mehmed memulangkan ibu tirinya Mara Brankovic ke negeri asalnya Serbia. Mehmed melakukan itu bukan untuk mengusir sang ibu melainkan untuk menjadikannya sekutu di wilayah Balkan. Mara adalah istri ketiga sultan Murad II, Ia menyayangi Mehmed seperti anak sendiri. Ngomong-ngomong kalau menyebut kata Balkan aku jadi ingat buku "Di Pelosok-pelosok Balkan" karangan Karl May. Sebelum pulang ke Serbia Mara menasehati Mehmed agar mempelajari kegagalan para pendahulunya dalam misi penaklukan konstantinople. Ibu Mara ini memang kelihatannya benar-benar tulus mencintai dan menyayangi anak sambungnya.

Kapal-kapal yang datang dari Genova mengangkut suplai pasukan dan logistik untuk konstantinopel telah bergerak dari arah barat Mediterania. Jika kapal ini sampai lolos masuk ke konstantinopel itu akan bisa memperkuat mereka. Mehmed menugaskan Laksamana Baltaoğlu Süleyman untuk menghadang bala bantuan tersebut di laut Marmara. Baltaoğlu memiliki julukan Putra Kapak Perang, juga pernah berkarir di pasukan elit janissary. Ia berjanji akan menenggelamkan kapal-kapal itu. Sementara itu dari sisi darat Mehmed memerintahkan untuk menggali terowongan di bawah benteng konstantinopel dengan maksud untuk melemahkan pertahanannya. Lusinan penambang profesional dari Serbia ditugaskan dalam misi khusus ini.

John Grant dari Skotlandia adalah orang yang ditugaskan pihak Romawi untuk menangkis serangan bawah tanah pasukan Mehmed. Dengan menggunakan teknik sederhana berupa tong air yang diletakkan di atas tanah John Grant dengan mudah bisa mengetahui di mana lokasi penggalian terowongan. Ketika terowongan itu tembus ke dalam benteng Grant dan anak buahnya menumpahkan "Greek Fire (Api Yunani)" zat kimia sejenis Napalm ke dalam terowongan lalu menyulutnya. Lusinan penambang dari Serbia tewas terbakar mengenaskan. Tidak hanya di darat, di laut Marmara pertempuran sengit juga tengah berlangsung. Kalau menyebut nama Marmara aku selalu teringat tragedi kapal Mavi Marmara, kapal dengan misi kemanusiaan untuk Palestina yang justru diserbu oleh pasukan komando Israel.

Awalnya misi penghadangan armada Genova sepertinya akan sukses, angin Laut Marmara berhenti bertiup sehingga kapal-kapal Genova itu tidak bisa bergerak dan armada pasukan Turki merangsek menyerbu. Armada Genova memutuskan untuk merapatkan kapal-kapal mereka membentuk kastil terapung yang nampak seperti sasaran empuk. Tapi, kapal Genova lebih besar dan lebih tinggi dari Kapal Turki sehingga membuatnya lebih mudah untuk menembak dan tanpa diduga angin laut Marmara bertiup kembali menyebabkan armada Genova kembali bergerak. Kapal-kapal dayung Turki tertinggal dan pasukan yang berhasil mencapai kapal Genova dengan mudah dapat dikalahkan bahkan BartouÄŸlu terluka parah.

Kapal-kapal Genova berhasil masuk ke Golden Horn dan disambut dengan gegap gempita, harapan warga konstantinopel kembali menyala-nyala, mereka merayakannnya dengan pesta. Semula Mehmed hendak mengeksekusi mati BartouÄŸlu atas kekalahan yang memalukan itu, tapi mengingat jasa-jasanya selama ini hukumannya menjadi lebih ringan yaitu dicambuk seratus kali. 

Konstantinopel  melindungi selat tanduk emas dengan rantai besi sepanjang 800 meter yang membentang dari Akropolis sampai daerah koloni Genova menara Galata. Jika kapal musuh datang rantai ini akan diangkat dan direnggangkan sehingga kapal musuh tersangkut dan dengan mudah ditembaki oleh angkatan laut romawi yang berjumlah 30 kapal. Sebaliknya jika kapal sekutu yang datang maka rantai ini akan diturunkan sehingga kapal bisa masuk. Inilah yang menyebabkan penyerbuan lewat selat tanduk emas menjadi hil yang mustahal eh, hal yang mustahil.

Jauh di Serbia sana, Mara Brankovic berusaha meyakinkan ayahnya agar tidak melanggar perjanjian damai dengan kesultanan Turki. Diam-diam Mara mengirimkan berita kepada Mehmed agar mewaspadai kemungkinan pengkhianatan negara-negara Balkan. Kekalahan demi kekalahan membuat Halil Pasha menyarankan agar Mehmed melakukan gencatan senjata. Ide gencatan senjata ini juga disarankan oleh penasehat kaisar Constantine yaitu Loucas Notaras. Mehmed sang sultan Muda bergeming, sejujurnya Ia tak suka diplomasi layaknya generasi tua seperti Halil Pasha itu.

ed telah mempelajari strategi perang sekaligus kegagalan yang dialami 23 pasukan pengepungan sebelumnya, malam itu Ia minta dipanggilkan kartografer (pembuat peta) dan juru tulis. Lalu Mehmed memanggil Zaganos Pasha, menyampaikan padanya sebuah ide rahasia yang akan mengubah keadaan. Ide itu sangat gila sekaligus brilian.

Dari episode satu nih Mehmed kalah terus, tapi tetap saja sang sultan muda ini kukuh dengan niatnya. Salah satu motivasi kuat yang mendorong semangat Mehmed adalah nubuah kejatuhan konstatinopel yang terdapat dalam sebuah hadits nabi. Mehmed bertekad dia lah yang akan mewujudkan nubuwah itu. Semangat orang muda dan pantang menyerah benar-benar lekat pada sosok Mehmed. Ia juga rupanya anak yang patuh menuruti nasehat ibunya untuk belajar dari kegagalan demi kegagalan generasi sebelumnya.


#KLIP2023

#KelasLiterasiIbuProfesional

#RiseofEmpire

Rise Of Empires : Ottoman, Season 1 Ep 2

RISE OF EMPIRES : OTTOMAN

(Resensi Drama)

Season 1 : Conquest of Constantinople

Episode 2: Through The Walls

Pada episode ke dua ini cerita mulai melambat dan terdapat beberapa flash back. Selama enam hari pasukan Mehmed menghujani tembok terluar benteng konstantinopel dengan peluru meriam basilika. Tembok itu rusak di sana-sini tapi masih kokoh berdiri. Giustiniani yang memimpin pertahanan pasukan kaisar Constantine memerintahkan agar tembok yang runtuh dibangun kembali dengan menyusun reruntuhannya dan taktik ini berhasil meredam efek kehancuran akibat tembakan meriam basilika. Senjata andalan Mehmed buatan Orban ternyata tidak sesempurna yang diharapkan. Giustiniani ternyata memutuskan untuk tidak hanya bertahan dalam benteng, Ia melakukan sesuatu di luar kebiasaannya yaitu menyerang balik pasukan Mehmed. 



Benteng konstantinople terdiri dari beberapa lapis, ada tembok luar, tembok dalam juga parit-parit. Giustiniani memutuskan strategi pertahanan mulai dari tembok luar, meskipun resikonya mereka bisa terkena hantaman the bear, sebutan untuk meriam basilika. Serangan balik Giuatiniani ternyata sangat efektif tentara Mehmed seperti masuk dalam ladang pembantaian. 


Mehmed bermaksud membalas kekalahan pasukannya, Ia perintahkan agar the bear ditembakkan lagi. Sayangnya, salah satu meriam meledak saat ditembakkan dan membuat Mehmed terluka, adegan beralih ke masa lalu. Diceritakan masa kecil Mehmed yang saat itu masih tinggal di luar Ibu Kota dipanggil untuk tinggal di istana serta menjadi putra mahkota menggantikan kakaknya yang meninggal dunia. Sejak saat itu Mehmed kecil digembleng dengan pendidikan dan disiplin yang keras. Di istana yang dingin, keras dan asing itulah Mehmed kecil mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari ibu tirinya, Mara.


Pada tahun 1444 saat Mehmed belum genap berusia 13 tahun Sultan Murad II memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan tahta kepada putranya. Meskipun masih sangat muda rupanya Mehmed sudah memiliki tekad yang kuat serta mulai menyusun rencana taktis untuk mewujudkan cita-citanya menaklukkan konstantinopel. Rencana itu mendapat penolakan keras dari para mentri pimpinan Halil Pasha. Atas saran Halil Pasha, sultan Murad II mengambil kembali tahtanya. Mehmed sang sultan muda tentu saja kecewa, tapi cita-citanya tidak ikut padam. Pada saat itu Mara, orang yang selalu dipanggilnya ibu, menguatkan Mehmed dan meyakinkannya bahwa suatu saat nanti tahta kesultanan akan kembali jadi miliknya.


Pengepungan terus berlanjut. Dulu sultan Murad II melakukan pengepungan selama tiga bulan dan gagal. Kali ini setelah dua minggu menggempur benteng Mehmed memutuskan untuk menyerbu ke dalam. Dari dalam benteng konstantinopel, menimbang besarnya jumlah pasukan kesultanan Turki penasihat kaisar yang bernama Lucas Notaras mengingatkan kaisar bahwa belum terlambat untuk menyerah kepada Mehmed, ia menyarankan itu karena bala bantuan dari eropa belum kunjung tiba.


Ketika penyerbuan ke dalam benteng terjadi ratusan prajurit kesultanan Turki tewas di tangan pasukan bayaran pimpinan Giustiniani, misi penyerbuan gagal. Mehmed mulai merasa makin lama peluangnya untuk menang akan makin kecil. Paling tidak ada tiga alasan bagi Mehmed kenapa penaklukan itu harus selesai dan sukses dalam waktu cepat. Pertama Ia tidak ingin mengorbankan puluhan ribu pasukannya, kedua terjadi perpecahan di kalangan prajurit antara yang ingin meneruskan pengepungan dan yang ingin menghentikannya, yang terakhir ini dipimpin oleh Halil Pasha. Alasan ketiga adalah semakin lama pengepungan artinya memungkinkan datangnya bala bantuan dari eropa ke Konstantinopel. Pada masa yang cukup pelik itu Zaganos Pasha menemui sang sultan sambil membawa surat dari kepulauan Aegea isinya adalah kabar bahwa armada Genova sebagai bala bantuan untuk kaisar Constantine telah tiba di Dardanella dan bergerak menuju Konstantinopel.


Menurutku sampai di episode dua karakter Mehmed di dokudrama ini diperankan dengan baik oleh Cem Yiğit Üzümoğlu, dan sebagai tokoh pahlawan Ia juga digambarkan sebagai manusia biasa, bisa sakit, terluka, kecewa. Namun tetap saja penggambarannya sebagai tokoh pahlawan juga sangat kuat. Ia tampan, gagah, cerdas, ambisius dan pantang menyerah.


#KLIP2023

#KelasLiterasiIbuProfesional

Rise of Empire : Ottoman, Season 1 Ep 4


RISE OF EMPIRES : OTTOMAN (Resensi Drama) 
 Season 1 : Conquest of Constantinople 
 Episode 4: Loose Lips Sinks Ships 


 Judul episode ke empat ini cukup unik "Loose Lips Sinks Ship" yang kalau diterjemahkan secara bebas artinya bibir yang longgar menenggelamkan kapal. Ini adalah sebuah peribahasa pada zaman perang dunia yang artinya kira-kira tidak bisa menjaga rahasia akan menimbulkan bencana. Bibir siapa yang tidak bisa menjaga rahasia dan menyebabkan bencana akan terungkap di episode ini.
  
Perang adalah tipu daya, selain kekuatan militer untuk bisa memenangkan perang juga dibutuhkan strategi yang tepat, kepemimpinan yang bagus, serta kesolidan pasukan. Di episode empat ini Mehmed benar-benar mencurahkan semua kemampuannya untuk tetap teguh dan memenangkan misi penaklukan Konstantinopel.
Pengepungan benteng Konstantinopel telah memasuki pekan ke 3 dan benteng yang masih terus dihujani tembakan meriam basilika itu tetap berdiri. Mehmed berusaha membuka front lain yaitu dari laut. Ide gila yang Ia sampaikan pada Zaganos Pasha adalah memindahkan kapal perang Turki dari laut Bosporus ke dalam selat Tanduk Emas (Golden Horn) tanpa harus melewati rantai penghadangnya. Jadi sejumlah 76 kapal perang akan diangkat ke darat lalu ditarik melalui hutan sepanjang 2,5 Km di wilayah Galata tepatnnya di belakang pegunungan Pera dan nantinya dicemplungkan lagi langsung ke sisi dalam perairan Tanduk Emas. 

Pohon-pohon sepanjang jalur yang akan dilintasi kapal ditebang dan dijadikan semacam bantalan rel lalu dilapisi lemak hewan agar licin. Untuk menyamarkan kegiatan ini meriam basilika terus ditembakkan dan serangan pasukan ke benteng tetap dilancarkan. Sedangkan untuk menjaga kerahasiaan misi istimewa ini Mehmed menjadikan penguasa Galata Lord Lomellini sebagai sekutunya dan menjanjikan hadiah khusus baginya nanti ketika Konstantinopel ditaklukkan. Sementara itu beredar kabar bahwa armada kapal dari venesia sedang menuju konstantinopel. 

Setelah berhari-hari pembuatan jalan untuk kapal pun selesai, hanya dalam waktu satu malam 76 kapal perang Turki berhasil dipindahkan ke perairan Tanduk Emas, peristiwa ini mengguncangkan konstantinopel. Prajurit yang berjaga di benteng dialihkan sebagian untuk mempertahankan sisi benteng sepanjang pantai Tanduk Emas. Konstantinopel dilanda kecemasan, bahkan bila armada Venesia datang mereka tidak akan bisa berlabuh. 
Konstantinopel merencanakan penyergapan kapal Turki, misi itu dikepalai oleh perwira angkatan laut Venesia bernama Giacomo Coco. Untuk melakukan penyergapan mereka harus melewati perairan yang masuk wilayah Galata yang saat itu adalah daerah koloni Genova (Genoa). Orang-orang Genoa ingin ikut dalam misi penyergapan ini dan minta rencana penyergapan dirancang sempurna hingga penyergapan itu tertunda selama beberapa hari. 

Pada tanggal 28 April malam hari, bertepatan dengan hari ke 23 pengepungan, misi penyergapan dilakukan. Coco dan anak buahnya berencana menggunakan Greek Fire (Api Yunani) untuk menyabotase kapal-kapal Turki dan membakarnya sampai tenggelam. Greek Fire adalah zat yang digunakan oleh John Grant untuk membakar para penggali terowongan (episode 2). Sebelum menjalankan misinya Giacomo Coco menitipkan surat kepada Giovani Giustiniani agar disampaikan kepada anak dan istrinya jika nanti Ia tak kembali hidup-hidup. 

Saat hari benar-benar gelap dan adzan Isya berkumandang, Giacomo Coco memimpin anak buahnya mendekati kapal-kapal Turki dan memerintahkan mereka menyiapkan Greek Fire. 



Namun, tiba-tiba lampu di menara Galata menyala, Giacomo Coco menyadari misi penyergapannya bocor tapi semuanya sudah terlambat, meriam basilika menembaki kapal-kapal kecil pasukan Giacomo Coco yang memuat Greek fire dan pasukan pemanah menghujani mereka dengan panah api. Pasukan penyergap itu justru disergap balik oleh pasukan Turki.

#KLIP2023
#KelasLiterasiIbuProfesional

Friday, January 20, 2023

Rise Of Empire : Ottoman (Resensi Drama) Season 1 Ep 1

Judul : Rise of Empires : Ottoman 
Jumlah Musim : 2 
Jumlah episode: 12 
 Genre : Dokudrama 
 Negara asal: Turki 
 Bahasa asli: Inggris, Turki 
 Penulis : Kelly McPherson 
 Sutradara: Emre ÅŸahin 
 Pemeran utama : Cem YiÄŸit ÜzümoÄŸlu 
 Durasi : 45 menit 
 Jaringan distribusi : Netflix 

Serial ini menceritakan tentang kebangkitan dan masa kejayaan kesultanan Turki Usmani pada masa kepemimpinan sultan Muhammad Al Fatih (dalam drama ini disebut Mehmed). Terbagi menjadi dua musim (season) tayang, season pertama bertajuk The Conquest of Constantinople terdiri atas 6 episode. Season kedua Mehmed vs Vlad juga terdiri atas 6 episode. Masing-masing episode memiliki judul sesuai dengan tema besarnya.
Sebagai serial dengan kategori dokudrama maka selain adegan-adegan seperti layaknya serial lain, dalam serial ini terdapat juga narasi dari beberapa tokoh. Buat saya pribadi awalnya komentar dan narasi para tokoh ini terasa agak mengganggu karena tiba-tiba muncul di tengah jalannya cerita, kenapa keterangan yang mereka sampaikan kok tidak dimasukkan saja dalam adegan atau dalam bentuk narasi baik teks atau suara saja di awal. Tapi, dokudrama ternyata memang begitu, karena berdasarkan fakta sejarah yang pernah terjadi. Jadi ya dinikmati saja tayangannya. 
Resensi ini dibuat berdasarkan tayangan dramanya ya, jadi kalau ada yang tidak sama atau tidak ada ceritanya di fakta sejarah itu biasa saja, karena dalam dokudrama fakta-faktanya memang didramatisir.

Season 1: The Conquest of Constantinople 
Episode 1 : The New Sultan 

Pada tahun 1451 Mehmed, sang pangeran berusia 19 tahun yang sedang menjabat sebagai gubernur Manisa Provinsi Aegea menerima berita wafatnya sang ayah sultan Murad II. Ia dan orang kepercayaannya Zaganos Pasha bergegas kembali ke Ibu Kota untuk mengklaim tahta. Berdasarkan tradisi saat itu, jika seorang sultan mangkat maka tahtanya tidak hanya bisa diwarisi oleh keturunannya melainkan seluruh dinasti kerabat kerajaan bisa saja mengklaim tahta. Salah satu kerabat Mehmed yang memiliki hak klaim itu adalah pangeran Orhan yang pada saat itu "ditawan" di konstantinopel oleh kekaisaran Romawi. 

Mehmed memulai pemerintahannya dengan membasmi pemberontakan di Anatolia. Kemudian tekanan mulai datang dari pihak Romawi, mereka meminta pembayaran tiga kali lipat sebagai biaya pemeliharaan dan keamanan pangeran Orhan. Romawi mengancam akan membebaskan dan membiayai serta mempersenjatai pangeran Orhan untuk mengklaim tahta. Artinya jika pangeran Orhan dibebaskan maka kesultanan turki terancam mengalami konflik horisontal paling mengerikan yaitu perang saudara.

Mehmed menolak permintaan Romawi bahkan membalasnya dengan membangun benteng di depan selat Bosphorus, prinsipnya semua yang di dalam benteng adalah milik Romawi sedangkan semua yang di luar benteng adalah miliknya (Kesultanan Turki). Hal ini sama saja dengan menabuh genderang perang, maka Constatine segera menggalang dukungan dari wilayah-wilayah kekaisaran Romawi. Sementara itu Mehmed pantang mundur, Ia berhasil mendapat dukungan wazir agung Halil Pasha yang dulunya juga wazir agung sultan Murad II, cita-citanya sudah jelas, menaklukkan konstatinopel.

Mehmed mulai mengumpulkan pasukan dan bergerak bertahap menghancurkan pos-pos Romawi, Ia juga meng-upgrade persenjataannya dengan mempekerjakan Orban dan Jacob, Ayah beranak pembuat senjata asal Hungaria. Orban menawarkan sebuah senjata baru yang diyakini bisa menjebol benteng konstantinopel, meriam basilika. 
Diam-diam Constantine juga rupanya punya senjata rahasia, tentara bayaran dari Genova yang dipimpin oleh Giovanni Giustiniani Longo, aslinya orang ini adalah bajak laut dan buronan di negrinya sendiri. Sebagai penyemangat, Contantine menjadikannya kepala pasukan Darat. 

Pada tanggal 2 April 1453 pasukan Mehmed sampai di depan benteng konstantinopel. Di antara pasukan itu terdapat kesatuan khusus yang paling ditakuti, Janissary. Di dalam benteng Giustiniani berkenalan dengan Therma, putri dari George Sphrantzes, seorang sejarawan sekaligus perwira romawi. Empat hari kemudian pada tanggal 6 April 1453 Mehmed mengirim utusan dan penawaran terakhir untuk gencatan senjata kepada kaisar Constantine. Isi penawaran itu adalah seluruh rakyat konstantinopel tidak akan disakiti, tidak dijarah hartanya dengan syarat kaisar Constantine menyerah, membuka gerbang dan mencium tangan sang sultan. Tawaran ini ditolak, dan Mehmed memerintahkan agar Meriam basilika ditembakkan. 

Secara umum episode satu ini tidak banyak nuansa dramanya, ceritanya maju terus mengisahkan langkah-langkah Mehmed menuju penaklukan konstantinople. Satu-satunya bagian yang agak ringan justru pada saat sultan bertemu Orban si pembuat meriam basilika. Saran saya kalau mau nonton drama ini jangan sambil ngemil, nanti tahu-tahu cemilan habis ceritanya belum selesai. 

#KLIP2023 
#KelasLiterasiIbuProfesional

Sunday, November 7, 2021

Majalah Anak Islami (Cilukba & Cilukba Junior)




 Banyak orang sepakat bahwa membaca adalah jalan menuju pengetahuan.  Orang yang gemar membaca biasanya diidentikkan dengan orang yang cerdas dan pintar, sehingga banyak orang tua yang menginginkan anak-anaknya suka membaca.  Masalahnya adalah bagi sebagian orang tua membiasakan membaca bukanlahlah pekerjaan yang mudah, salah satu penyebabnya adalah memilih bacaan dan ketersediaan bahan bacaan anak yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Buku anak biasanya dicetak dengan kertas yang bagus dan gamba-gambar yang menarik sehingga harganya juga relatif mahal.  Kadang-kadang orang tua merasa sayang membeli buku anak karena khawatir bukunya cepat rusak (padahal harganya mahal) atau anak cepat bosan, tidak tertarik untuk membacanya lagi, sehingga merasa sayang kalau membeli buku hanya untuk sekali baca.

Salah satu alternatif bacaan anak yang murah namun tetap menarik yaitu majalah anak-anak.  Cilukba dan Cilukba Junior adalah salah satu majalah anak islami yang terbit bulanan, menawarkan bacaan anak dengan tampilan dan isi yang sesuai dengan dunia anak-anak.  Isinya beragam mulai dari pengetahuan umum, pengetahuan islam, cerita pendek, komik, hingga lembar kreatifitas dan lain-lain.  Cilukba cocok bagi pembaca usia SD, sedangkan Cilukba Junior diperuntukkan bagi anak usia TK.  Dengan kualitas yang bagus dan harga sangat terjangkau majalah Cilukba dan Cilukba Junior layak menjadi bacaan anak-anak di rumah

Tuesday, August 31, 2021

A WALK THROUGH NATURE




Picture book atau buku bergambar untuk anak selalu menarik perhatian saya, selain karena ilustrasinya menguatkan cerita yang disampaikan, ia juga bisa menjadi pemantik rasa ingin tahu anak menjadi lebih luas lagi. Kemarin saya tertarik pada sebuah buku dari Big Bad Wolf Online di sebuah market place, judulnya "A Walk Through Nature" yang ditulis oleh Libby Walden dan ilustrasinya dikerjakan oleh Clover Robin. Hari ini ketika bukunya sampai di rumah, sata dan anak-anak terkesima melihat isinya.  Sesuai judulnya buku ini mengajak pembaca untuk ikut berjalan-jalan dan menikmati betapa indah dan ajaibnya hal-hal yang ada dan terjadi di alam sekeliling kita.

Pada cover depan buku tertera bahwa ini adalah "Peek-through Book", pada setiap tema di buku ini terdapat lipatan halaman tambahan dan lubang-lubang untuk mengintip halaman di baliknya, sehingga pembaca diajak menebak apa gerangan yang ada di sana.  Mulai dari biji-biji kecil yang secara menakjubkan menjelma jadi beraneka tumbuhan, burung-burung yang mengembara, hingga pergantian musim serta keberadaan kehidupan di tempat-tempat tersembunyi, melalui buku ini pembaca terutama anak-anak seperti sedang bertualang menjelajahi keajaiban alam.



Buku ini memiliki sampul hard cover, kertas art paper berwarna dengan jilid benang dan ukuran yang cukup besar (27,5 cm x 21cm), diterbitkan oleh caterpillar books pada tahun 2019. Suasana alam dan keanekaragaman hayati yang diceritakan memang mengambil setting benua Eropa, namun secara umum ia mengajak kita untuk berhenti sejenak lalu mengamati, menikmati keindahan alam ini. Dan tentu saja kita bisa sampaikan pada anak-anak kita bahwa keindahan alam semesta ini adalah anugerah dari Allah Yang Maha Kuasa yang patut kita syukuri dan menjadi kewajiban kita untuk menjaga kelestariannya.

Mengutip kata-kata di halaman awal buku ini bahwa 'Dunia alami kita berubah setiap hari, bulan, dan tahun. Tapi, kalau kita tidak menyempatkan diri untuk memperhatikan, keajaiban itu perlahan memudar dan akhirnya hilang. Jadi, ayo kita mulai melangkah dan menemukan keajaiban itu di sekitar kita.

Saturday, July 3, 2021

PERKEDEL KENTANG PRAKTIS

 Anak-anak saya sangat menyukai olahan kentang, baik itu dalam bentuk sup, kentang goreng, keripik kentang maupun perkedel. Kali ini saya akan berbagi resep perkedel kesukaan anak-anak. Sebenarnya resep ini tercipta karena tidak sengaja, waktu itu saya sedang kehabisan stok bumbu dapur tapi ternyata anak-anak justru suka karena rasanya tidak terlalu berempah. Ini dia resepnya.

Perkedel Kentang Praktis 3 Bahan
www.deliaswitlof.blogspot.com



PERKEDEL KENTANG PRAKTIS

Bahan :
* 1/2 Kg Kentang, kupas, belah empat, cuci bersih kemudian kukus atau rebus sampai lunak.
* 2 sdm tepung bumbu (saya pakai merk Sajiku)
* 1 butir telur dikocok lepas
* Minyak goreng secukupnya
,
Cara Membuat:
1. Haluskan kentang pelan-pelan menggunakan ulekan atau centong nasi. Setelah halus campurkan tepung bumbu dan aduk sampai rata.

2. Bagi adonan menjadi beberapa bagian, bulatkan kemudian pipihkan (adonan saya jadi 12 keping).

3. Panaskan minyak di wajan anti lengket, celupkan kepingan perkedel pada kocokan telur dan langsung goreng hingga matang. Selamat mencoba.




Friday, May 28, 2021

TORENIA


Dalam jambangan di tepi kolam
Mekar bunga-bunga merah muda dan gandaria
Di antara rimbun hijau daun torenia
Segar disiram air hujan
Setelah bermandi cahaya mentari seharian

Layu bunga-bunga torenia
Mengering lalu jatuh bersama daun-daunnya
Tapi buah kecil yang tertinggal setelahnya
Adalah bukti kuntum bunga torenia tak layu sia-sia

Thursday, April 1, 2021

GARA-GARA PIKO

 

Sejak dulu sampai sekarang saya suka membaca buku cerita anak. Salah satu alasannya adalah buku cerita anak itu ada gambarnya dan biasanya gambarnya bagus-bagus, apalagi buku-buku sekarang, gambarnya bagus, kertasnya bagus dan terutama ceritanya juga bagus-bagus. Gara-Gara Piko, demikian judul buku cerita anak ini, yang menurut saya termasuk salah satu dari buku cerita anak yang bagus itu.

Buku Gara-Gara Piko ditulis oleh M. Fajrur Rahmat dan ilustrasinya dikerjakan oleh Wastana Haikal, diterbitkan oleh Puspa Swara pada tahun 2018. Piko adalah seekor burung merak yang hobi melukis, pada suatu hari si Piko menumpahkan cat dan justru pada saat itu ia menemukan sebuah ide. Rupanya ide yang diwujudkan oleh si Piko membuat seisi desa menjadi kesal kepada dirinya hingga warga desa mengejar Piko sampai ke atas bukit. 

Buku yang saya review kali ini adalah edisi gratisan alias tidak diperjualbelikan karena merupakan edisi kerja sama antara Puspa Swara dan Room to Read Accelerator. Saya sendiri mendapatkannya sebagai donasi bagi Taman Baca yang saya kelola di kampung halaman. Anak-anak yang membaca buku ini menyukai gambar dan ceritanya yang ringan tapi penuh makna dan menemukan kesimpulan "Oh, teryata...".

Terus terang saya sangat menyukai ide cerita dan ilustrasi pada buku ini dan visualisasi tokoh-tokohnya sempat membuat saya teringat pada film Kungfu Panda yang menggemaskan itu, ada Bu Gajah, Pak Kucing, Bu Panda, Pak Harimau, Pak Unta, Bu Kangguru dan masih banyak karakter lain yang tidak disebutkan namanya. Satu lagi, saya juga menyukai gaya bahasa penulis yang menggunakan kata-kata berima.  Misalnya pada bagian " Piko mengecat genta Pak Unta dengan warna Magenta" atau pada bagian lain " Piko mengecat genting Pak Kucing dengan warna Kuning", kata-kata berima ini terdengar indah dan mudah diingat oleh pembaca wabil khusus anak-anak. 

Melalui buku Gara-Gara Piko ini anak bisa belajar untuk berpikir kreatif dan tidak mudah berburuk sangka kepada orang lain. Saya kira tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga perlu membaca buku ini.

Saturday, March 27, 2021

10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga

 


Judul Buku : 10 Sahabat Dijamin Masuk Surga

Pengarang : Izzah Annisa

Ilustrator : Fajar Istiqlal

Tahun terbit : 2017

Penerbit : Al-Kautsar Kids

Jumlah Halaman : 143

Jenis Buku : Komik


Coba sebutkan nama sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga!, begitu salah satu bunyi pertanyaan yang pernah saya dapat dulu ketika mengikuti sebuah kajian keislaman. Dalam benak saya yang terlintas justru sebuah pertanyaan juga, memangnya ada orang yang dijamin masuk surga selain para nabi dan rasul?, ternyata jawabannya memang ada, di antara mereka itu adalah para sahabat nabi yang terpilih, jumlahnya ada sepuluh orang.


Buku 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga ini adalah sebuah buku bacaan anak berupa komik yang dikemas dalam gaya jenaka. Pengarangnya Izzah Annisa mengisahkan keutamaan masing-masing dari sepuluh sahabat nabi itu dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami oleh anak-anak tanpa mengurangi nilai-nilai keutamaan para sahabat tersebut. Ilustrasi pada buku ini juga lucu sekali ditambah dengan tampilan yang full colour alias warna-warni anak-anak benar-benar merasa sedang membaca buku komik (bukan sebuah buku bertema pelajaran agama).


Ketika membaca buku komik 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga ini saya jadi teringat masa kecil di mana dulu juga ada komik-komik bertema cerita nabi dan rasul, tentang surga dan neraka, juga cerita-cerita hikmah. Pada masa lalu komik-komik tersebut dicetak pada kertas tipis dan warnanya hanya hitam putih serta bahasanya dewasa sekali terlalu kaku untuk anak-anak. Sekarang ini sudah ada banyak buku bacaan anak bertema keislaman yang mengisahkan tentang sahabat nabi, tetapi kebanyakan berupa buku bergambar masih jarang yang dalam bentuk komik. 


Mungkin sebagian besar dari kita sudah bisa menebak bahwa empat dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga adalah para khulafaur rasyidin yaitu Abu Bakar Ash Shidik, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Talib. Kalau begitu, siapakah yang enam orang lagi? silakan temukan jawabannya sendiri dengan membaca buku ini, selain mendapat pengetahuan, anak-anak dan kita yang ikut membaca niscaya akan merasa terhibur dengan cerita-cerita di dalamnya.





Wednesday, March 24, 2021

HARI MENANGKAP , Kerja sama si Ikan Toman Dan Burung Udang

 



Judul Buku           : Hari Menangkap

Pengarang             : Dian Sukma Kuswardhani

Ilustrator               : Gilang Ayyoubi Hartanto

Tahun terbit          : 2019

Penerbit                 : Bestari

Jumlah Halaman : 24

Jenis Buku             : Buku Bergambar


Salah satu kekayaan alam Indonesia adalah keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna dan salah satu cara memperkenalkan anak pada kekayaan alam Indonesia itu adalah melalui buku cerita dengan gambar-gambar yang menarik sehingga kesannya tidak terlalu kaku sebagaimana buku-buku teks pelajaran di sekolah. Buku bacaan anak yang berjudul "Hari Menangkap" ini menceritakan tentang kerja sama antara ikan toman dan burung udang untuk menangkap mangsa mereka.


Diceritakan bahwa ikan toman kecil uang hidup di sebuah sungai mulai belajar menangkap mangsanya sendiri, demikian juga dengan temannya si burung udang. Ikan toman kecil dan burung udang berkali-kali gagal menangkap mangsa mereka tapi rupanya mereka tidak berputus asa. Pada akhirnya kedua hewan tersebut menemukan cara yang tepat untuk menangkap mangsanya. Ikan toman adalah ikan air tawar yang banyak terdapat di perairan sumatra dan kalimantan. Secara fisik penampilan ikan toman mirip dengan ikan gabus dan sama-sama termasuk ikan pemangsa atau predator. Salah satu pembeda antara toman dan gabus adalah bercak-bercak pada ikan toman berwarna kekuningan sedangkan pada ikan gabus berwarna hitam. Sementara itu burung udang adalah jenis burung pemangsa ikan dan hewan kecil lain yang hidup atau berada di dekat perairan.


Buku Hari Menangkap menceritakan dan menggambarkan dengan cantik melalui ilustrasinya tentang tempat hidup dan perilaku ikan toman. Suasana kehidupan bawah air tawar lengkap dengan kehadiran satwa lain menjadikan cerita pada buku ini lebih hidup. Di dunia nyata bisa jadi burung udang akan memangsa anak-anak ikan toman yang masih kecil, namun dalam buku ini mereka justru bekerja sama.


Ikan toman biasanya ditangkap untuk dikonsumsi karena dagingnya yang lezat, ikan ini juga biasanya diawetkan dalam bentuk ikan asin. Buku Hari Menangkap ini bisa menjadi sarana mengenalkan ikan toman dan burung udang pada anak-anak sebagai salah satu satwa perairan Indonesia. Keberadaan hewan-hewan tersebut penting bagi keseimbangan ekosistem sehingga harus dijaga kelestariannya. 

Sunday, March 21, 2021

PEREMPUAN YANG MEMASAK BATU

 



Saya adalah salah satu generasi yang lahir tahun '80-an, pernah mengalami masa-masa belum ada listrik dan nonton TV rame-rame di rumah tetangga serta rame-rame mengaji di mushola dari waktu magrib sampai waktu isya. Seingat saya listrik baru masuk ke desa kami sekitar tahun 1989 atau 1990 itu pun belum menjangkau seluruh desa. Ada kalanya mamak melarang kami nonton TV pada malam hari, sebagai gantinya mamak akan menceritakan sebuah dongeng untuk kami. Demikianlah pada malam-malam tanpa TV maka kami berdesakan di tempat tidur, mendengarkan dongeng mamak dengan seksama bersamaan dengan imajinasi yang mengembara mengikuti alur cerita. 


Dongeng-dongeng mamak selalu istimewa, kisah-kisahnya beraneka rupa, mulai dari bermacam-macam legenda tanah Jawa, Ramayana, Mahabarata, sampai pada dongeng-dongeng yang kelak bertahun-tahun kemudian kuketahui sebagai dongeng karya HC Andersen atau Grimm bersaudara. Sekalipun di TV akan ada acara Aneka Ria Safari atau Apresiasi Film Indonesia yang saat itu sangat kugemari dan hanya tayang sebulan sekali, jika mamak menawarkan dongeng maka kami akan lebih memilih dongeng saja. Pada malam-malam hujan ketika kami juga terpaksa tidak bisa keluar rumah, berselimut kain jarik sambil mendengarkan dongeng mamak adalah sebuah momen penuh kebahagiaan.

Ketika mamak akan mulai mendongeng biasanya beliau akan memberi pengantar yang menjelaskan apakah kisah ini murni dongeng saja atau benar-benar kisah nyata. Jika itu adalah sebuah kisah nyata mamak akan menyebutnya sebagai "cerita" bukan dongeng. 


Di antara begitu banyak cerita yang beliau tuturkan ada satu kisah yang paling istimewa yaitu tentang perempuan yang memasak batu. Kisahnya dimulai dengan seorang lelaki yang sedang berjalan pada malam hari di suatu tempat yang jauh. Pada malam yang sama di sebuah rumah ada anak-anak yang menangis kelaparan sedangkan ibunya tidak punya apa-apa untuk mereka makan. Anak-anak dari Ibu itu terus menangis, untuk menenangkan mereka maka Ibu itu menyalakan api dan menaruh periuk di atasnya. Ia katakan pada anak-anaknya agar mereka tidur dulu dan nanti akan dibangunkan ketika makanan sudah matang. Anak-anak itu akhirnya tertidur dan sang ibu terus memasak meskipun ia tahu masakannya tidak akan pernah matang karena yang ada dalam periuknya hanyalah air dan batu.


Lelaki yang sedang berjalan itu melihat api di kejauhan dan mendatanginya, terkejutlah ia ketika mengetahui ada orang yang sedang memasak batu. Usai mendengar kisah pilu sang ibu lelaki itu pun permisi lalu pergi. Malam itu juga si lelaki kembali lagi ke rumah perempuan yang memasak batu dengan membawa sesuatu. Ia datang sambil memanggul karung berisi bahan makanan dan sebuah jaminan bahwa keluarga itu tak akan lagi kelaparan. Berbunga-bunga hati ibu itu, berbunga-bunga pula hatiku. Mungkin,karena pada saat itu kami tinggal di rumah berdinding bambu dan tahu betul rasanya jadi orang miskin, rasa-rasanya saya bisa memahami keadaan keluarga perempuan yang memasak batu itu. Dari cerita itulah saya mengenal sebuah nama, Umar bin Khatab.


Kebiasaan mendongeng itu saya lanjutkan pada anak-anak, selain dongeng saya juga membacakan mereka buku cerita. Selain sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kebaikan menceritakan dongeng atau membacakan buku juga bisa menjadi sarana mengenalkan karakter atau watak manusia yang bermacam-macam. Saya memang tidak membatasi bacaan anak-anak saya hanya pada cerita-cerita islami, mereka tetap boleh membaca cerita anak-anak, fabel, cerita rakyat, hingga dongeng manca negara sebab nilai-nilai kebaikan itu selalu universal dan cerita-cerita itu bisa membuka ruang diskusi tentang sesuatu yang tidak mereka pahami baik seputar nilai-nilai itu sendiri atau karakter tokohnya . Adapun untuk urusan aqidah, ibadah dan muamalah maka syariat islam tetap sebagai panduan.

Saturday, March 6, 2021

MAGICAL UNICORN (Seperti Apa Suara Unicorn?)

 

Judul buku : Magical Unicorn

Ilustrator    : Amy Zhing

Desain        : Amy Bradford

Penerbit     : Igloo Books

Tahun Terbit: 2019

Bahasa       : Inggris

Tebal           : 8 Halaman

Jenis buku : Buku bersuara (Sound Book)


Saya pertama kali berjumpa dengan buku bersuara (sound book) sekitar tahun 2009, saat itu di sebuah toko buku di Yogyakarta saya menemukan sebuah buku tentang kakak tua yang suka menirukan suara hewan-hewan lain di peternakan. Sejak saat itu saya mulai mempertimbangkan untuk membeli buku jenis sound book yang menurut saya menarik dan sesuai usia anak, termasuk yang satu ini " Magical Unicorn".


Buttercup adalah nama tokoh unicorn dalam buku ini, ia sedang berada di desa teman-temannya yaitu para peri. Ketika peri-peri kecil bermain, Buttercup ingin bergabung tapi karena ukuran badannya yang jauh lebih besar dari makhluk-makhluk kecil itu maka ia pun selalu gagal berpartisipasi. Buku ini saya peroleh dari event Big Bad Wolf (BBW) di sebuah market place. Dulu saya biasa memakai jasa titip untuk membeli buku-buku BBW tetapi sejak pandemi Corona BBW sesekali membuka penjualan online di awal Bulan.

Dalam buku ini tersedia tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan suara Buttercup si unicorn diiringi dengan musik latar yang bunyinya gemerincing seperti taburan bintang-bintang kecil. Desain buku yang berlubang pada setiap halaman memungkinkan untuk anak mendengar suara unicornya setiap kali membuka halaman bukunya. Anak saya sempat bertanya kenapa suara unicorn seperti suara kuda, saya jawab saja karena unicorn adalah salah satu jenis kuda, tepatnya kuda dalam dongeng.


Bisa dibilang buku ini cewek banget. Warna-warni cerah ceria yang mendominasi ilustrasi pada buku ini membuatnya sangat girly ditambah semua peri yang juga perempuan serta meskipun tidak disebutkan sebagai unicorn betina, Buttercup adalah nama bunga yang umum dipakai untuk karakter perempuan. Saya pribadi menggunakan buku ini sebagai buku cerita pengantar tidur sekaligus media belajar bahasa Inggris untuk anak-anak. Persahabatan Buttercup dan para peri serta bagaimana upaya mereka mencari solusi untuk masalah yang sedang mereka hadapi adalah poin plus untuk buku ini.

Catatan Delia

CABE JAWA

Pagi itu adalah hari kedua kami liburan ke rumah Eyang. Saya bermaksud membuat sarapan namun beberapa bahan dapur sudah habis. Masih pukul...