Menulis mengikat pengetahuan, mengabadikan kenangan, membagi kebahagiaan

Friday, December 18, 2020

Little Red Riding Hood


Big Bad Wolf disingkat BBW, terbayang seramnya mendengar nama makhluk ini. Membayangkan sosok srigala yang besar dan jahat dengan taring yang tajam dan berkilat, siap memangsa korbannya. Saya juga merasa seram tiap kali ada BBW lewat, tepatnya seram membayangkan godaan buku-buku bagus yang bergentanyangan dengan harga nyungsep, melorot sampai ndelosor. Pertama kali saya tahu ada event BBW lewat postingan salah satu teman di grup crafter. Buku yang pertama saya beli adalah buku tentang menjahit, craft dan buku cerita anak. Ternyata pada event-event berikutnya yang saya beli ya buku jenis itu-itu juga, ditambah novel. Salah satu jenis buku yang saya sukai memang buku cerita anak. Karena setiap buku cerita anak itu biasanya membawa ide besar yang diceritakan secara singkat, kemudian disertai dengan ilustrasi yang indah serta dicetak pada kertas yang bagus pula. Itu sebabnya, meskipun relatif tipis (baca halamannya sedikit) tapi buku anak mahal harganya, konon buku anak juga termasuk yang paling laris penjualannya.


Salah satu buku yang saya beli pada BBW tahun 2020 ini adalah Little Red Riding Hood, yang diangkat dari dongeng karangan Grimms bersaudara.
Dongeng ini dalam bahasa Indonesia dikenal dengan judul Gadis Kecil Berkerudung Merah. Buku Little Red Riding Hood yang ini, dilengkapi dengan teknologi augmented reality. Setelah mendownload aplikasi yang diperlukan, dengan mengaktifkan aplikasinya itu maka gambar pada buku akan muncul menjadi gambar hidup yang interaktif.

Kisah petualangan Red Riding Hood sendiri secara umum masih sama seperti cerita aslinya, dengan sedikit perubahan yang justru menurut saya memang bagus dibuat begitu. Diceritakan Litte Red Riding Hood sedang berjalan sendirian melintasi hutan untuk mengunjungi neneknya. Ketika sedang beristirahat ia ditanyai oleh seseorang dan menjawab dengan lugunya pertanyaan itu, yang ternyata, si penanya adalah seekor srigala yang besar dan jahat.
Srigala dengan cepat mendahului Little Red Riding Hood ke rumah neneknya, memangsa si nenek dan berpura-pura menjadi nenek dengan maksud akan sekaligus memangsa Little Red Riding Hood juga.

Nat Lambert, penulis buku versi ini, menceritakan ketika Little Red Riding Hood menyadari bahwa nenek yang ada di hadapannya bukanlah nenek yang sebenarnya, melainkan seekor srigala, maka ia melawan sekuat tenaga, dan tentu saja menang. Srigalanya pingsan terkena pukulan keranjang milik Little Red Riding Hood. Tokoh penebang kayu diceritakan sebagai ayah dari Little Red Riding Hood, yang datang ketika srigala sudah pingsan, kemudian membantu mengeluarkan nenek dari perut srigala jahat itu.

Buku ini bagus untuk mengajarkan pada anak agar tidak sembarangan bicara pada orang asing. Apalagi sekarang kita hidup pada zaman di mana anak-anak rawan sekali menjadi korban tindak kejahatan. Nat Lambert, penulis buku dan Rosie Butcher ilustratornya, membuat buku setebal 24 halaman ini menjadi sangat menarik. Meskipun tertulis diperuntukkan bagi anak usia 1-5 tahun, tetapi menurut saya buku ini layak juga dibaca untuk anak usia Sekolah Dasar.

Oh ya, jika ingin mengaktifkan augmented reality-nya sebaiknya anak usia dini tetap dalam pengawasan orang tua dan dilakukan di tempat yang nyaman dan pada waktu yang memang diluangkan, sehingga anak dapat menikmati cerita dan orang tua bisa menjelaskan bagian-bagian yang dianggap penting dari cerita pada buku ini.

No comments:

Post a Comment

Catatan Delia

PERANGKAP HEBAT SOMA

Saya sedang berusaha merapikan koleksi buku bacaan anak yang saya bawa dari rumah Bandar Lampung ke rumah Cinta Manis. Tadinya buku-buku i...